J.B Say berasal dari Prancis. Lahir pada tanggal 5 Januari 1767. Seperti halnya dengan Ricardo, J.B. Say juga berasal dari kalangan pengusaha, bukan dari kalangan akademis. Keterkaitannya dengan pengembangan teori-teori juga berlangsung pada waktu ia sudah memasuki usia senja yang mendekati usia 50 tahun.
Ia sangat memuja pemikiranpemikiran Smith. Sebagai pendukung yang loyal, ia sangat berjasa dalam menyusun dan melakukan modifikasi terhadap pemikiran-pemikiran Smith secara sistematis. Hasil kerjanya dirangkum dalam bukunya Traite d’Economie Politique (1903).
Apa yang dilakukan oleh Baptiste Say ini sangat membantu dalam memahami pemikiran-pemikiran Smith dalam buku The Wealth of Nations, yang bahasanya relatif sulit dicerna oleh orang awam. Kontribusi Say yang paling besar terhadap aliran klasik ialah pandangannya yang mengatakan bahwa setiap penawaran akan menciptakan permintaannya sendiri (supply creates its owm demand).
Pendapat Say di atas disebut Hukum Say (Say’s Law) (Deliarnov, 2016). Hukum Say didasarkan pada asumsi bahwa nilai produksi selalu sama dengan pendapatan. Setiap ada produksi maka akan ada pendapatan yang besarnya persis sama dengan nilai produksi tadi.
Dengan demikian, dalam keadaan seimbang, produksi cenderung menciptakan permintaanya sendiri terhadap produksi barang yang bersangkutan. Dengan dasar asumsi seperti ini ia menganggap bahwa peningkatan pendapatan, yang akhirnya akan selalu diiringi oleh peningkatan permintaan.
Jadi, dalam perekonomian yang menganut pasar persaingan sempurna tidak akan pernah terjadi kelebihan penawaran (excess supply). Kalaupun terjadi, sifatnya hanya sementara. Melalui pasar “tangan tak kentara” akan mengatur dirinya kembali kearah keseimbangan.
Misalnya, kalau penawaran terlalu besar dibanding permintaan, stok barang naik, dan harga-harga di pasar akan turun. Turunnya harga ini menyebabkan produsen enggan untuk berproduksi, sehingga jumlah barang yang ditawarkan kembali sama dengan jumlah barang yang diminta.
Pendapat Say bahwa “produksi akan selalu menciptakan permintaan sendiri” menjadi pedoman dasar dalam kebijaksanaan-kebijaksanaan itu kemudian dikritik sangat keras sebagai pangkal tolak terjadinya depresi besar-besaran tahun 1930.
Selain terkenal dengan hukum supply creates it’s own demand Say dapat dikatakan sebagai orang pertama yang berbicara tentang entrpreneur. Begitu juga ia adalah orang pertama yang berjasa mengklasifikasikan faktor-faktor produksi atas tiga bagian yaitu tanah, labor dan kapital (land, labor and apital). Namun, teori-teorinya tersebut kalah tenar dibandingkan Hukum Say.

.png)

Post a Comment