WcBma5LrLOg50X66kF3p5HaCfJ41Lo99JHjSF8cx
Bookmark

Konsep Pemikiran Ekonomi Tentang Pendekatan Marjinal

Konsep Pemikiran Ekonomi Tentang Pendekatan Marjinal

Para pakar Neo-Klasik membahas ramalan Marx menggunakan konsep analisis marjinal (marginal analysis). Kenyataan ini kemudian mempunyai arti tersendiri bagi pengembangan ilmu ekonomi. Hal itu dikarenakan hasil penelitian mereka yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan marjinal tersebut, telah menciptakan aura baru bagi pengembangan teori ekonomi modern.

Karim (2017), beberapa penulis ekonomi menyebut langkah yang sudah dilakukan para pakar ekonomi Neo-Klasik tersebut sebagai marginal revolution, sebab telah ditemukan suatu analisi baru yaitu pendekatan marjinal.

Analisis marjinal pada intinya merupakan pengaplikasian kalkulus diferensial terhadap tingkah laku konsumen dan produsen serta penentuan harga-harga di pasar. Sejak terjadinya marginal revolution tersebut, pembahasan ekonomi semakin bersifat makro.

Konsep marjinal ini sering diakui sebagai kontribusi utama dari aliran atau mazhab Austria. Akan tetapi, jika ditelusuri ke belakang ternyata teori ini telah cukup lama dikembangkan oleh pengarang terdahulu, tepatnya oleh Hermann Heindrich Gossen.

Hermann Heinrich Gossen (1810-1858) telah lama menggunakan konsep marjinal dalam menjelaskan kepuasan atau faidah (utility) dari pengkonsumsian sejenis barang. Menurut Gossen, faidah tambahan (marginal utility) dari pengkonsumsian suatu macam barang akan semakin turun jika barang yang sama dikonsumsi semakin banyak.

Pernyataannya ini kemudian dijadikan semacam dalil, dan lebih dikenal sebagai “Hukum Gossen Pertama”. Dalam “Hukum Goseen Kedua” ia menjelaskan bahwa sumber daya dan dana yang tersedia selalu terbatas secara relatif untuk memenuhi berbagai kebutuhan yang relatif tak terbatas (Karim, 2017).

Dengan adanya kendala (constrains) ini, kepuasan maksimum yang bisa diperoleh (sesuai dengan keterbatasan sumber daya dan dana tersebut) terjadi pada saat faidah marjinal (marginal utility) sama untuk tiap barang yang dikonsumsi tersebut.

Namun dengan syarat semua sumber daya dan dana terpakai habis seluruhnya. Sayangnya, pada masanya, teori Gossen tidak mendapat perhatian dari pakar ekonomi. Setelah sekitar empat puluh tahun kemudian Jevons, Menger, Bohm-Bawerk, dan von Weiser memberi pengakuan dan penghargaan atar karya Gossen tersebut.

Post a Comment

Post a Comment