Ricardo tidak memiliki latar belakang pendidikan ekonomi yang cukup. Namun, pekerjaannya dalam bidang pasar modal yang sudah digelutinya sejak berusia 14 tahun membuatnya paham tentang dunia ekonomi.
Ricardo sependapat dengan Smith bahwa labor memegang peran penting dalam perekonomian. Ide yang berasal dari Smith ini kemudian dikembangkan menjadi teori harga-harga relatif (Theory of Relativ Prices) kapital.
Kapital mendapat perhatian yang cukup besar dalam analisis Ricardo sebab kapital tidak hanya mampu meningkatkan produktiviitas labor. Tetapi juga berperan dalam mempercepat proses produksi sehingga produksi dapat dengan cepat dinikmati atau dikonsumsi.
Dalam buku “The Principles of political and Taxation (1817)”, Ricardo mengemukakan beberapa teori, antara lain (Becker, 2007) :
1. Teori Sewa Tanah (Land Rent)
Ia menjelaskan bahwa jenis tanah berbeda-beda. Ada yang subur, kurang subur hingga tidak subur sama sekali. Untuk menghasilkan satu satuan unit produksi diperlukan biaya-biaya (biaya ratarata dan biaya-biaya marjinal).
Dalam studinya tentang faktor-faktor yang menentukan tinggi rendahnya sewa tanah Ricardo menggunakan analisis yang sama sekali baru dalam pembahasan ekonomi, yaitu pendekatan analisis marjinal (Marginal Analysis).
2. Teori Nilai Kerja (Labor Theory of Value)
Karya Ricardo yang paling terkenal adalah Principles of Political Economy and Taxation (Prinsip-Prinsip Ekonomi Politik dan Perpajakan) pada tahun 1817. Dalam buku ini, Ricardo mengemukakan pemikirannya mengenai teori nilai tenaga kerja. Teori ini menjelaskan :
- Kedua sektor memiliki tingkat upah dan tingkat keuntungan yang sama.
- Modal yang digunakan dalam produksi terdiri dari upah saja.
- Periode produksi memiliki jangka yang sama untuk semua barang.
3. Teori Upah Alami (Natural Wages)
Ricardo menjelaskan bahwa nilai tukar suatu barang ditentukan oleh ongkos yang perlu dikeluarkan untuk menghasilkan barang tersebut.
Karena biaya-biaya bahan mentah relatif konstan, Ricardo menyimpulkan bahwa yang paling menentukan tingkat harga adalah tingkat upah alami, yang besarnya hanya cukup untuk bertahan hidup (subsisten).
4. Teori uang
5. Teori Keuntungan Komparatif (Comparative Advantage) dari Perdagangan Internasional
Namun pemikiran Ricardo yang paling berpengaruh terhadap ekonomi klasik adalah teori keunggulan komparatif dan teori nilai. Teori tanah dijelaskannya bahwa jenis tanah berbedabeda, ada yang subur, kurang subur, dan tidak subur.
Makin rendah tingkat kesuburan tanah, makin tinggi biaya rata-rata dan biaya marjinal untuk mengolah tanah tersebut. Makin tinggi biaya, maka keuntungan perhektar tanah menjadi semakin kecil, untuk itu sewa tanah yang lebih subur lebih tinggi dibandingkan dengan sewa tanah yang kurang subur bahkan tidak subur sama sekali.
Bagi Ricardo yang menentukan tingginya tingkat sewa tanah adalah tanah marjinal, yaitu tanah yang paling tidak subur yang terakhir sekali masuk pasar. Teori nilai kerja dan upah alami dijelaskan bahwa nilai tukar suatu barang ditentukan oleh ongkos yang perlu dikeluarkan untuk menghasilkan barang tersebut.
Ongkos tersebut terdiri dari biaya bahan mentah dan upah buruh. Upah buruh ini besarnya hanya cukup untuk sekedar dapat bertahan hidup dan disebut dengan upah alami. Ricardo menyimpulkan bahwa yang paling menentukan tingkat harga suatu barang adalah tingkat upah alami atau upah besi menurut kaum sosialis.
Adapun kelemahan teori David Ricardo yaitu sebagai berikut (Skousen, 2007):
1. Mengabaikan pengaruh teknologi
Pada mulanya kemajuan teknologi bisa menahan laju penurunan hasil. Tetapi akhirnya jika pengaruh kemajuan teknologi habis, hukum penurunan hasil berlaku lagi dan perekonomian bergerak menuju stasioner (law of diminishing return).
Ricardo kurang memperkirakan potensi kemajuan teknologi dalam menahan menurunnya hasil tanah. Hal ini telah dibuktikan oleh negaranegara maju.
2. Pengertian yang salah tentang keadaan stasioner
Pandangan Ricardo tentang mencapai keadaan yang stasioner secara otomatis tidak beralasan, sebab tidak ada perekonomian yang mencapai keadaan stasioner dengan keuntungan meningkat, produksi meningkat dan pemupukan modal tercapai.
3. Pengertian yang salah tentang penduduk
Menurut Ricardo meningkatnya jumlah penduduk maka upah tidak dapat meningkat, tidak terbukti. Upah tidak cenderung menuju ke tingkat upah minimal. Sebaliknya, terjadi peningkatan upah yang terus menerus dalam bentuk upah uang dan dengan sendirinya penduduk cenderung menurun.
4. Kebijakan pasar bebas yang tidak dapat diterapkan
Menurut Ricardo kebijakan pasar bebas tidak dapat diterapkan, bila ada campur tangan dari pemerintah karena perekonomian berjalan otomatis melalui persaingan yang sempurna.
5. Mengabaikan faktor-faktor kelembagaan
Salah satu cacat yang paling pokok dari teori Ricardo adalah diabaikan peran kelembagaan. Padahal faktor kelembagaan sangat penting bagi pembangunan ekonomi dan tidak dapat diabaikan.
6. Teori Ricardo adalah teori distribusi, bukan teori pertumbuhan
Teori Ricardo bukanlah teori pertumbuhan tetapi teori distribusi yang menentukan besarnya bagian buruh, tuan tanah dan pemilik modal.
7. Tanah juga menghasilkan berbagai macam produk selain gandum
Ricardo berpendapat dalam rangka pertumbuhan ekonomi hanya satu produk yang bisa dihasilkan dari tanah yaitu gandum. Ini adalah pendapat yang usang sebab ternyata tanah bisa menghasilkan berbagai macam produk selain gandum.
8. Modal dan buruh bukanlah koefisien yang tetap
Asumsi Ricardo bahwa modal dan buruh merupakan koefisien produksi yang tetap adalah tidak benar. Asumsi ini tidak berlaku sebab buruh dan modal adalah variabel bebas.
9. Mengabaikan tingkat suku bunga
Kelemahan yang serius dari teori Ricardo adalah pengabaian tingkat suku bunga dalam pertumbuhan ekonomi. Ricardo tidak menganggap tingkat bunga sebagai suatu imbalan jasa yang terpisah dari modal tetapi termasuk dalam keuntungan. Pendapat yang salah ini berasal dari ketidakmampuannya untuk membedakan pemilik modal dari pengusaha.

.png)

Post a Comment