WcBma5LrLOg50X66kF3p5HaCfJ41Lo99JHjSF8cx
Bookmark

Pemikiran Ekonomi Pada Zaman Yunani Kuno

Pemikiran Ekonomi Pada Zaman Yunani Kuno

Bukti kongkret paling awal yang bisa ditelusuri hingga masa Yunani Kuno yaitu persoalan ekonomi yang sama tuanya dengan keberadaan manusia itu sendiri. Kata ekonomi berasal dari penggabungan dua suku kata Yunani: oikos dan nomos, yang berarti “pengaturan atau pengolahan rumah tangga”.

Istilah tersebut dikemukakan oleh Xenophone, seorang filsuf Yunani. Pada masa Yunani Kuno sudah ada teori dan pemikiran tentang uang, bunga, jasa tenaga kerja manusia dari perbudakan dan perdagangan. 

Bukti tentang itu dapat dilihat dari buku Respublika yang ditulis Plato (427-347 SM) sekitar 400 tahun sebelum Masehi. (Deliarnov, 2003: 12). Karena dia yang melahirkan pemikiran paling awal tentang perekonomian, maka pemikirannya tentang praktek ekonomi banyak dipelajari orang.

Hanya sayang, walau Plato sudah membahas tentang masalahmasalah ekonomi, tetapi pembahasan itu tidak dilakukan secara khusus, melainkan sejalan dengan pemikiran tentang bentuk suatu masyarakat sempurna, atau sebuah utopia.

Pada masa Yunani Kuno memang pembahasan tentang ekonomi masih merupakan bagian Filsafat, khususnya filsafat moral. Gagasan Plato tentang ekonomi timbul secara tidak sengaja dari pemikirannya tentang keadilan (justice) dalam sebuah negara ideal (ideal state).

Plato sangat tidak setuju dengan kemewahan, dan menginginkan agar setiap orang dapat hidup dengan sejahtera secara merata, oleh karena itu keinginan dan kebutuhan manusia harus dapat dikendalikan. Plato membedakan tiga jenis pekerjaan yang dilakukan oleh manusia, yaitu: pekerjaan sebagai pengatur (Raja), pekerjaan sebagai tentara (Kesatria), dan pekerjaan sebagai pekerja (Buruh).

Pembagian dan pengaturan seperti itu perlu, sebab Plato menganggap bahwa naluri manusia untuk memperoleh barang-barang dan jasa sangat besar, jauh melebihi kebutuhan sewajarnya. Besarnya nafsu untuk memperoleh dan menguasai barang-barang dan jasa ini dipandang sebagai rintangan utama menuju suatu masyarakat yang adil dan makmur secara merata.

Oleh sebab itu, nafsu ini perlu dikekang. Suatu hal yang patut dicatat dari masa Yunani Kuno ini adalah bahwa orang sudah mengenal hedonisme, yang dapat dikatakan sebagai cikal bakal paham materialistik yang dikembangkan di Eropa pada abad ke-17 dan ke-18 kemudian.

Hedonisme merupakan paham materialisme mekanistik, yang menganggap kenikmatan egoistis sebagai tujuan akhir dari kehidupan manusia. Paham yang pertama kali digagas oleh Aristippus ini menganggap bahwa kenikmatan adalah tujuan akhir dari kehidupan manusia.

Platolah orang pertama yang mengecam konsep itu. Palto sudah melihat bahwa konsep itu akan mendatangkan gap dalam masyarakat. Ada yang akan hidup berkemewahan, sementara yang lainnya akan sengsara setengah mati.

Teori Plato yang masih relevan dengan keadaan sekarang adalah pendapatnya tentang fungsi uang. Dalam bukunya Politika, Plato menjelaskan bahwa selain sebagai alat tukar, uang juga berfungsi sebagai alat pengukur nilai dan alat untuk menimbun kekayaan.

Selain Plato pada zaman ini ada juga Aristoteles yang masih merupakan murid Plato. Kontribusi Aristoteles yang paling besar terhadap ilmu ekonomi ialah pemikirannya tentang pertukaran barang (exchange of commodities) dan kegunaan uang dalam pertukaran barang tersebut.

Menurut pandangan Aristoteles, kebutuhan manusia (man’s need) tidak terlalu banyak, tetapi keinginannya (man’s desire) relatif tanpa batas. Ia membenarkan dan menganggap alami kegiatan produksi yang dimaksudkan untuk menghasilkan barang-barang guna memenuhi kebutuhan akan tetapi, kegiatan produksi untuk memenuhi keinginan manusia yang tidak terbatas itu dicekamnya sebagai sesuatu yang tidak alami (unnatural).

Selain Plato dan Aristoteles, pemikir Yunani kuno yang harus disimak pendapatnya adalah Xenophon (440_355 SM).

Kata ekonomi yang berasal dari oikos dan nomos adalah ciptaan Xenophon. Xenophon melihat bahwa Athena berpotensi untuk menarik pedagang dan pengunjung dari daerah lain. Para pengunjung yang datang harus dilayani dengan baik karena mereka datang ke Athena dengan membayar pajak.

Semakin baik pelayanan, semakin banyak pula orang datang ke Athena untuk berdagang dan berkunjung. Dengan demikian, makin besar pula pendapatan negara dan masyarakat.

0

Post a Comment