WcBma5LrLOg50X66kF3p5HaCfJ41Lo99JHjSF8cx
Bookmark

Pemikiran Ekonomi Era Merkantilisme

Pemikiran Ekonomi Era Merkantilisme

Sebelum abad ke-XVII, kegiatan ekonomi masih bersifat kecil-kecilan, yang hanya ditunjukan untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Akan tetapi, abad keXVII terjadi perkembangan yang sangat pesat dalam kegiatan ekonomi dan masyarakat.

Sebagian menganggap merkantilisme hanya sebagai kebijaksanaan ekonomi, terutama yang menyangkut sistem perdagangan yang di praktikkan antara tahun 1500 hingga 1750, dan bukan sebagai sebuah aliran/mazhab ekonomi.

Istilah ”merkantilisme” berasal dari kata merchant, yang berarti “pedagang”. Menurut paham merkantilisme, setiap Negara yang berkeinginan untuk maju harus melakukan perdagangannya dengan Negara lain.

Sumber kekayaan Negara akan diperoleh dari surplus perdagangan luar negeri. Selanjutnya, hasil surplus perdangan tersebut adalah sumber kekuasaan. Paham merkantilisme banyak dianut di Negara Eropa pada abad ke-XVI antara lain Portugis, Spanyol, Inggris, Prancis, dan Belanda.

Negara-negara Eropa tidak hanya berdagang dengan sesama Eropa, tetapi sampai ke Hindia Belanda (Indonesia waktu itu). Awalnya Negara-negara Eropa hanya memperebutkan rempah-rempah. Akan tetapi, untuk mengamankan jalur perdangan tersebut, mereka akhirnya menjajah.

Tokoh merkantilisme sangat banyak, beberapa diantaranya ialah: Jean Boudin, Thomas Mun, Jean Baptise Colbert, Sir William Petty, dan david Hume.

1. Jean Boudin (1530-1596)

Jean Boudin adalah ilmuwan kebangsaan Prancis. Ia dapat dikatakan sebagai orang pertama yang secara sistematis menyajikan teori tentang uang dan harga. Menurutnya, bertambahnya uang yang diperoleh dari perdagangan luar negeri dan praktik monopoli serta gaya hidup mewah kaum bangsawan dan raja-raja dapat menyebabkan naiknya hargaharga barang.

Teori Boudin tentang uang ini dianggap sangat maju. Berdasarkan teori inilah Irvin Fisher mengembangkan teori kuantitas uang.

2. Thomas Mun (1571-1641)

Thomas Mun adalah seorang saudagar kaya dari Inggris yang banyak menulis tentang perdagangan luar negeri. Buku-buku yang ditulisnya antara lain: A Discourse of Trade, From England unto The East-Indies (1621) dan England's Treasure by Foreign Trade or, The Balance ol' Our Forraign Trade is the Rule of Our Treasure (1664).

Tentang manfaat perdagangan luar negeri, sebagaimana yang dikutip dari aslinya olch Edmund Whittaker (1960) dari bukunya yang kedua, Mun menulis: The ordinary means therefore to encrease our wealth and treasure is by Foreign Trade, wherein we must ever observe this rule; to sell more to strangers yearly than we consume of theirs in value ... because that part of the stock which is not returned to us in wares must necessarily be brought home in treasure.

3. Jean Baptis Colbert (1691-1683)

Jean Baptis bukan merupakan ahli ekonomi melainkan pejabat Negara Prancis dengan kedudukan sebagai menteri utama di bidang ekonomi dan keuangan dalam pemerintah Raja Louis XIV. Pada masa itu, kedudukan para saudagar semakin penting.

Banyak terjadi aliansi saudagar dan penguasa. Saudagar memperkuat dan mendukung kedudukan penguasa, dan penguasa pun memberi bantuan, perlindungan berupa monopoli, proteksi dan keistimewaankeistimewaan lainnya.

4. Sir William Petty (1623-1687)

Sir William Petty seorang pengajar di Oxford University dan banyak menulis buku tentang ekonomi politik. Ia diberi gelar The founder of modern Political Economy. Petty menganggap penting arti bekerja jauh lebih penting dari sumber daya tanah.

Bagi petty, jumlah hari kerja yang menentukan nilai suatu barang; melainkan biaya yang diperlukan untuk menjaga agar para pekerja tersebut tetap bekerja. Uang diperlukan dalam jumlah secukupnya, tetapi lebih atau kurang dari yang diperluikan bisa mendatangkan kemudharatan.

5. David Hume (1711-1776)

David Hume adalah kawan dekat Adam Smith yang sebenarnya lebih dikenal sebagai filsuf dari pada pakar ekonomi. Bagaimanapun juga, kontribusinya terhadap pemikiran-pemikiran ekonomi cukup besar. Hal ini dikarenakan Hume dan Smith sering mendiskusikan pandanganpandangan bersama-sama. 

Hasil diskusi ini jelas akan mempengaruhi jalan pikiran masingmasing. Dalam buku yang ditulis Hume, Of the balance of Trade, membicarakan tentang hargaharga yang sebagaian dipengaruhi oleh jumlah barang dan sebagian lagi ditentukan oleh jumlah uang.

Post a Comment

Post a Comment