WcBma5LrLOg50X66kF3p5HaCfJ41Lo99JHjSF8cx
Bookmark

Konsep Pemikiran Ekonomi Mazhab Austria

Konsep Pemikiran Ekonomi Mazhab Austria

Sebelumnya dijelaskan bahwa para pendukung dan pemakai konsep marjinal kebanyakan berasal dari Universitas Wina (Austria). Djojohadikusumo (1991) pandangan mereka mempunyai ciri-ciri tersendiri, yaitu penerapan kalkulus dalam pengembangan teoriteori mereka.

Karena dikembangkan oleh pakar-pakar ekonomi dari Austria, pandangan mereka dalam berbagai buku ajar dimasukkan kedalam aliran tersendiri yang disebut mazhab Austria (Austrian School of Economics). Tiga tokoh utama mazhab Austria tersebut adalah Carl Menger, Friedrich Von Wieser, dan Eugen Von Bohm Bawerk.

1. Carl Menger (1840-1921)

Karl Menger (1840-1921) menjabat sebagai profesor ekonomi di Univeritas Wina dari tahun 1873 hingga 1903. Karya utamanya adalah Grunsatze der volks Wirtschaftslehre (1871). Dalam buku tersebut Menger mengembangkan teori utilitas marjinal yang ternyata membawa pengaruh yang sangat besar dalam pengembangan teori-teori ekonomi.

2. Friedrich von Wieser (1851-1920)

Pada tahun 1903 kedudukan Menger di Universitas Wina digantikan oleh Friedrich Von Wieser (1851-1920). Karya utama Von Wiser antara lain: Uber den Ursprung und die Hauptgesetze des wirtschatlichen Wertes (1884), Der Naturliche Wert (1889), dan Theorie der Gesellschatlichen Wirtschaft (1914).

Wieser dipandang sangat berjasa dalam mengembangkan teori utilitas marjinal Menger, dengan menambahkan formulasi biaya-biaya oportunitas (opportunitas cocts).

3. Eugen von Bohm-Bawerk (1851-1914)

Kontribusi utama Bohm Bawerk adalah pengembangan teori tentang modal dan teori tentang tingkat suku bunga. Hal ini dapat diikuti dari bukunya Capital Positive Theory of Capital (1889).

Teori-teori yang dikembangkan oleh ketiga tokoh utama aliran Austria di atas kemudian diikuti dan dikembangkan lebih lanjut oleh tokoh-tokoh lain seperti Knut Wicksell, Ludwig Edler von Mises, dan Friedrich August von Hayek.

4. Knut Wicksell (1851-1926)

Knut Wicksell (1851-1926) mendapat pendidikan di Uppsala University (Swedia). Ia berjasa mengasimilasikan analisis keseimbangan umum Walras dengan teori kapital dan suku bunga Bohm Bawerk menjadi teori distribusi.

Asimilasi kedua teori itu didasarkan pada analisis marjinal versi baru dikembangkan oleh Jevons, Walras dan Menger. Pengaruh Wicksell terhadap perkembangan teori moneter juga sangat besar sebab ia yang pertama melihat hubungan langsung antara tingkat suku bunga dengan harga-harga.

Sesuatu yang dianggap bertentangan pada waktu itu, karyanya yang utama adalah Lectures on Political Economy (1901).

5. Ludwig Edler von Mises (1881-1973)

Ludwig Edler Von Mises (1881-1973) menjabat sebagai Profesor ekonomi di Universitas Wina tahun 1913. Menurut Von Mises sistem harga merupakan basis paling efisien dalam mengalokasikan sumber daya.

Sehubungan dengan pendapatnya tersebut tidak mengherankan jika ia sering mengkritik sistem perekonomian komando. Hal itu karena sistem komamdo tidak mempunyai sistem harga. Mises berpendapat bahwa sistem ekonomi komando tidak akan dapat melembagakan sisitem harga tanpa terlebih dahulu menghancurkan prinsip politik.

Mises juga mengaplikasikan teori kepuasan marjinal untuk mengembangkan teori baru tentang uang. Ia memaparkan bahwa kepuasan (utility) dapat diukur secara ordinal, tetapi tidak secara kardinal. Teori-teori lain yang dikembangkan oleh Von Mises adalah teori paritas daya beli (purchasing power parity) dan teori trade cycle (Djojohadikusumo, 1991).

6. Friedrich August von Hayek (1899-1992)

F.A. Hayek (1899-1992) menjadi direktur lembaga penelitian ekonomi di Universitas Wina dari tahun 1927-1931. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai dosen tamu di University of Chicago (1950-1962).

Ia dianggap sangat berjasa dalam mengembangkan teori siklus perdagangan (theory of trade cycle) dari Von Mises, yang diintegrasikannya dengan teori kapital dari Bohm Bawerk. Atas jasa-jasanya dalam mengembangkan ilmu ekonomi, Hayek menerima hadiah Nobel Tatun 1974 bersama-sama dengan Gunnar Myrdal.

Post a Comment

Post a Comment