Strategi Portofolio Saham Pasif
Menurut Tandelilin (2010) konsep strategi pasif dihasilkan dari konsep dasar jika pasar modal efisien, karena pada saat kondisi pasar modal yang efisien maka tidak akan ada investor yang akan mendapatkan return abnormal di atas return pasar. Strategi pasif bisa diartikan sebagai tindakan investor.
Strategi yang biasa digunakan dalam strategi pasif adalah sebagai berikut :
Stategi Buy and Hold
Strategi ini pada dasarnya sama dengan strategi beli dan simpan pada portofolio obligasi, dalam hal ini investor membeli sejumlah saham dan tetap memegang atau menyimpan sejumlah saham tersebut dalam beberapa waktu.
Tujuan investor menggunakan strategi ini biasanya untuk menghindar dari biaya transaksi dan biaya tambahan yang cukup tinggi.
Dengan menggunakan strategi ini investor percaya bahwa tingkat return yang akan diperoleh tidak akan jauh berbeda dengan return yang diperoleh oleh para investor yang aktif melakukan pembelian dan penjualan saham.
Strategi menyesuaikan indeks (indexing strategy)
Dalam strategi ini investor pada umumnya akan melakukan pembelian instrument reksadana atau dana pensiun, seorang investor dalam menggunakan strategi ini mempunyai harapan bahwa tingkat return yang diperoleh merupakan duplikasi dari beberapa sahamyang ada dalam portofolio tersebut sudah mewakili indeks pasar.
Dengan kata lain investor memiliki harapan untuk memperoleh return yang sama dengan return indeks pasar. Cara yang umum dilakukan oleh seorang manajer investasi dalam melakukan strategi pasif ini adalah sebagai berikut:
- Cara Replikasi Penuh (Full Replication) Strategi ini adalah membeli semua saham atau obligasi yang masuk dalam indeks rujukan, dalam proporsi yang sama dengan bibit masing-masing saham atau obligasi tersebut.
- Membeli sebagian saham atau obligasi dalam indeks rujukan Saham-saham atau obligasi yang dibeli investor merupakan saham-saham atau obligasi yang secara bersama-sama pergerakan harganya hampir sama dengan harga indeks rujukan.
Post a Comment