Strategi Portofolio Saham Aktif
Pengertian strategi portofolio saham aktif adalah suatu strategi dimana investor akan selalu aktif melakukan pemilihan saham menggunakan berbagai informasi yang didapatkan dan kemudian melakukan analisis pergerakan harga saham, secara umum investor pada strategi portofolio aktif ini lebih agresif dalam melakukan perdagangan saham.
Tujuan dari strategi portofolio aktif adalah mencapai return portofolio saham yang melebihi return portofolio saham yang dicapai dengan menggunakan strategi portofolio pasif. Dalam menjalankan strategi portofolio aktif investor menggunakan tiga strategi yang biasa dilakukan yaitu:
Strategi Pemilihan Saham
Dalam strategi ini investor akan membuat analisis saham yang akan dipilih, kemudian selanjutnya investor memilih kinerja saham yang memiliki tingkat return yang tertinggi dan tingkat risiko yang sesuai sehingga bisa mendapat keuntungan return yang maksimal dari pemilihan investasi.
Strategi Rotasi Sektor
dakan pengambilan proses keputusan investasi biasanya selalu memperbarui informasi untuk melakukan berbagai analisis maupun menggunakan data fundamental terbaru. Keputusan investasi ini disesuaikan dengan kecenderungan pasar saham terbaru.
Dengan menggunakan strategi konsentrasi dan strategi diversifikasi investor bisa dengan mudah untuk melakukan pembelian atau penjualan saham.
Strategi momentum harga
Strategi yang akan dilakukan investor adalah memilih kinerja saham yang memiliki kinerja saham winner atau kinerja saham yang memiliki tingkat return tinggi di masa lalu, dan menjual saham tang memiliki predikat loser, atau kinerja saham yang memiliki tingkat return yang rendah di masa lalu.
Tandelilin (2010) menjelaskan bahwa strategi aktif merupakan strategi yang paling banyak digunakan dan merupakan strategi yang rasional, dalam hal ini investor akan melakukan analisis dan memilih saham-saham terbaik.
Karena pemilihan saham terbaik tersebut diharapkan akan memberikan hubungan antara risiko dan return yang paling menarik dibandingkan alternatif saham lainnya.
Pemilihan saham tersebut menggunakan analisis fundamental untuk mengetahui secara pasti apakah saham tersebut memilik prospek yang bagus di masa yang akan datamg.
Para investor yang menggunakan strategi aktif pada umumnya memiliki kepercayaan jika mereka akan mendapatkan return yang lebih tinggi dibandingkan para investor yang hanya menggunakan strategi pasif.
Octavilia (2022) menjelaskan mengenai cara melakukan analisis fundamental saham sangat berkaitan erat dengan sakah satu pendekatan yang dikenal dengan pendekatan top down, pendekatan ini akan melihat kondisi ekonomi makro perusahaan, karena kondisi ini biasanya akan mempengaruhi kinerja saham tersebut.
Berikut adalah cara analisis fundamental dengan menggunakan pendekatan top down, antara lain:
a. Kondisi Makro Suatu Perusahaan
Kondisi makro suatu perusahaan biasanya dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah suatu negara, misalnya pemerintah mengeluarkan kebijakan mengenai suku bunga maka kondisi ini akan mempengaruhi kondisi ekonomi makro perusahaan.
Karena saat suku bunga meningkat para investor cenderung akan menabung uang di bank dibandingkan membeli saham. Jika tingkat suku bunga rendah maka investor cenderung akan melakukan pembelian saham agar mendapatkan keuntungan yang lebih besar.
b. Kondisi Sektor dan Industri
Salah satu pemicu tinggi atau rendah harga saham suatu perusahaan adalah kondisi pada industri tersebut, misalnya dengan meningkatnya harga minyak dunia maka harga saham industri pertambangan secara otomatis akan meningkat.
Tetapi jika harga minyak dunia mengalami penurunan maka secara tidak langsung akan menurunkan harga saham industi pertambangan, misalnya pertambangan minyak dan batu bara.
c. Fundamental Perusahaan
Investor akan melakukan analisis fundamental menggunakan laporan keuangan perusahaan, Dengan melihat kondisi laporan keuangan perusahaan maka investor dapat melihat bahwa manajemen keuangan perusahaan tersebut dikelola oleh orang yang memiliki kompetensi di bidangnya.
Post a Comment