Pengertian Return Dan Risiko Pada Investasi
Return adalah pengembalian atas investasi yang diharapkan oleh perusahaan atau investor (Tandelilin, 2017). Pendapat lain menurut Fakhruddin, (2018) menyebutkan bahwa return merupakan tujuan utama dari dilakukannya sebuah investasi. Terdapat dua komponen dalam return, yaitu yield dan capital gain.
Yield merupakan komponen return yang dapat dilihat dari aliran kas, sedangkan capital gain yaitu kenaikan harga pada suatu saham yang bisa ditafsirkan oleh investor. Dua komponen tersebut disebut sebagai return total untuk sebuah investasi (Husnan, 2019).
Return adalah hasil dari investasi berupa keuntungan. Return menurut Tandelilin (2017) terbagi ke dalam dua kategori, yaitu return realisasi dan return ekspektasi. Return realisasi (realized return) adalah keuntungan yang dihasilkan dari perhitungan data historis.
Return ekspektasi (expected return) merupakan return yang akan didapatkan oleh investor di periode yang mendatang. Bagi investor, return adalah ukuran tanggung jawab yang diberikan perusahaan atas dana yang ditanamkan oleh investor.
Apabila return yang diberikan melebihi ekspektasi yang diharapkan para investor, maka akan memberikan sinyal baik bagi perusahaan. Sehingga, kepercayaan para investor akan semakin meningkat pada sebuah investasi (Yudistira, 2021).
Keputusan investor dalam mengambil keputusan juga sangat dipengaruhi oleh perilaku pasar yang terjadi serta karakteristik psikologis yang dimilki oleh investor tersebut, apakah ia seorang yang risk seeker, risk adverse, atau seorang yang risk indifferent.
Perusahaan manajemen investasi memiliki banyak portofolio yang disesuaikan untuk berbagai macam tipe investor.
Ada investor yang yang termasuk ke dalam kategori risk taker yaitu yang berani mengambil risiko, ada yang termasuk kategori dalam kategori risk averter yaitu yang takut mengambil risiko, dan ada pula investor yang termasuk ke dalam kategori moderat (Jogiyanto, 2018).
Kebanyakan teori risk management telah menjelaskan tentang keputusan investasi yang terbaik adalah kondisi risiko yang rendah dan keuntungan yang tinggi.
Risiko adalah probabilitas terjadinya penyimpangan atas tingkat pengembalian investasi yang diharapkan yang diukur dengan teknik-teknik statistika. Risiko berhubungan erat dengan probabilitas karena untuk menganalisa atau memprediksi dengan tepat suatu kejadian di masa depan tidak mungkin (Tandelilin, 2017).
Pendapat lain oleh Jorion (2012) mengatakan risiko dapat diartikan sebagai volatilitas dari hasil yang tidak diharapkan dari nilai aset atau kewajiban yang dimiliki. Risiko dapat berasal dari mana saja misalnya risiko berasal dari perbuatan manusia itu sendiri yang berspekulasi terhadap kondisi ekonomi.
Selain itu risiko dapat bersumber dari adanya siklus bisnis, inflasi, perubahan kebijakan pemerintah, pertumbuhan ekonomi, inovasi teknologi, adanya perang dan fenomena alam seperti perubahan cuaca dan juga bencana alam juga termasuk dalam risiko yang tidak terduga.
Risiko dalam investasi menunjuk pada kondisi dimana investor berpotensi mengalami kerugian dari aktivitas investasi. Risiko dalam portofolio dibedakan menjadi dua yaitu risiko sistemik dan risiko nonsistemik (Hasbiah et al., 2022).
Return dan risiko menjadi dua hal yang selalu menjadi perhatian dan pertimbangan perusahaan dalam berinvestasi. Hal ini sebagaimana pendapat (Tandelilin, 2017) yang mengungkapkan dasar keputusan untuk berinvestasi adalah :
Return
Memperoleh keuntungan menjadi alasan utama orang berinvestasi. Dalam konteks manajemen investasi, keuntungan investasi disebut sebagai return.
Return juga diartikan sebagai harapan investor dari investasi yang dilakukannya merupakan kompensasi atas biaya kesempatan (opportunity cost) dan risiko penurunan daya beli akibat adanya pengaruh inflasi.
Risiko
Umumnya semakin besar risiko, maka semakin besar pula tingat return harapan. Risiko bisa diartikan sebagai kemungkinan return aktual yang berbeda dengan return harapan.
Demikian pula sebaliknya, investor yang tidak mau menanggung risiko yang terlalu tinggi, tentunya tidak akan bisa mengharapkan tingkat return yang terlalu tinggi. Hubungan antara risiko dan return harapan merupakan hubungan yang bersifat searah dan linear.
Artinya, semakin besar risiko suatu aset, semakin besar pula return harapan atas aset tersebut, demikian sebaliknya.
Return dapat menjadi penyebab seorang investor menanam investasinya di dalam saham. Investor memiliki motivasi yang tinggi karena melihat besarnya pengembalian yang didapatkan dari tindakan investasinya.
Banyaknya return yang diperoleh dari investasi akan mempengaruhi tingkat risiko. Sedangkan tingkat risiko yang tinggi disebabkan karena besarnya investasi yang dilakukan (Tandelilin, 2017). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa risiko investasi berbanding lurus dengan return investasi.
Jika keuntungan (return) investasi tinggi, maka risikonya tinggi. Begitu pun sebaliknya, apabila keuntungan investasi rendah, umumnya risikonya pun rendah.
Karenanya, penting bagi investor untuk mengenali dan memahami profil risiko investasi sebagai penentu produk investasi apa yang paling cocok dengan kebutuhan investor dan profil risiko tersebut. (Rambe & Riski, 2022).
Seorang investor harus mempertimbangkan tingkat return yang diinginkan dengan tingkat risiko yang akan muncul atas keputusan investasi yang dilakukannya.
Risiko tidak bisa dihilangkan tetapi bisa ditekan seminimal mungkin. Seorang investor sangat menyukai return tetapi tidak menyukai risiko. Oleh karena itu risiko perlu dikelola dengan baik.

Post a Comment