Pengertian Investasi Dan Prosesnya

Table of Contents
Pengertian Investasi Dan Prosesnya

Investasi atau dalam Bahasa inggris di istilahkan dnegan Investment dapat diartikan menanam. Investasi menurut Tandelilin (2017) adalah komitmen untuk menanamkan sejumlah dana pada saat ini dengan tujuan memperoleh keuntungan di masa datang.

Sejalan dengan hal tersebut, Bodie et al., (2019) menyatakan investasi merupakan komitmen saat ini atas sumber daya yang dimiliki untuk keuntungan di masa depan.

Menurut Jogiyanto (2018) investasi merupakan penundaan konsumsi sekarang untuk dimasukkan ke aktiva produktif selama periode waktu yang tertentu.

Dengan berinvestasi berarti seseorang telah merelakan sebagian uang atau sesuatu yang berharga dari mereka untuk ditanamkan pada suatu aset dengan harapan suatu saat menghasilkan imbal balik yang lebih besar dari dana yang ditanamkan.

Tandelilin, (2017) menjelaskan bahwa investasi berarti telah mengorbankan konsumsi saat ini untuk ditukarkan dengan konsumsi yang lebih besar di masa mendatang atau menambah jumlah aset di masa depan.

Tujuan investasi adalah mendapatkan keuntungan maka pada saat awal sebelum melakukan investasi maka investor dapat menghitung laba yang ia inginkan meskipun hasil yang didapatkan tidak selalu sama dengan yang dibayangkan (Fabozzi & Feibel, 2015).

Dalam pengambilan keputusan investasi terdapat beberapa tahapan yang dijadikan dasar oleh seseorang agar tidak salah dalam bertindak dan bentuk investasi apakah yang paling sesuai dengan keinginan dan kondisi mereka.

Keputusan investasi menurut Bodie et al., (2019) dibuat dengan ekspektasi mendapatkan imbal hasil yang tinggi namun juga mempertaruhkan adanya risiko atau yang sering disebut dengan pertukaran risiko-imbal hasil.

Terdapat lima tahapan dalam menentuan keputusan berinvestasi yaitu penentuan tujuan investasi, penentuan kebijakan investasi, pemilihan strategi portofolio, pemilihan aset, pengukuran dan evaluasi kinerja portofolio.

Investasi merupakan suatu hal yang cukup penting bagi perusahaan. Perusahaan dapat menggunakan dana cadangannya (idle fund) untuk menanggulangi hal tersebut.

Investasi juga dapat dikatakan sebagai suatu kegiatan yang berlandaskan keyakinan untuk menanamkan dana dalam jumlah tertentu pada suatu perusahaan atau emiten di masa kini pada waktu tertentu dengan harapan akan memperoleh keuntungan di masa yang akan datang.

Kegiatan investasi ini juga dapat dikatakan sebagai suatu komitmen dalam penanaman kekayaan perusahaan saat ini guna memperoleh sejumlah keuntungan di masa yang akan datang Setiap investor mempunyai tujuan investasi dan tingkat risiko yang berbeda.

Berdasarkan penjelasan tersebut, disimpulkan bahwa investasi adalah kegiatan membeli aset di masa sekarang dan menyimpannya dengan harapan aset itu akan memberikan pendapatan atau meningkat nilainya di masa mendatang.

Investasi dimaksud pada book chapter ini merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan guna mengembangkan usahanya.

Proses Investasi

Proses investasi menunjukkan bagaimana pemodal seharusnya melakukan investasi dalam sekuritas yaitu sekuritas apa yang akan dipilih, seberapa banyak investasi tersebut dan kapan investasi tersebut dilakukan.

Menurut Tandelilin (2017) ada lima tahap keputusan investasi yang berjalan terus-menerus sampai tercapai investasi yang terbaik, yaitu :

1. Penetuan tujuan investasi

Tahap pertama dalam proses keputusan investasi adalah penentuan tujuan investasi yang akan dilakukan oleh masing-masing investor dengan tujuan berbeda-beda tergantung dari keputusan invetasi yang dipilih investor.

2. Penetuan kebijakan investasi

Tahap kedua ini merupakan tahap penentuan kebijakan untuk memenuhi tujuan investasi yang telah ditetapkan. Tahap ini dimulai dengan penetuan keputusan alokasi aset.

Keputusan ini menyangkut pendistribusian dana yang dimiliki pada berbagai kelas aset yang tersedia (saham, obligasi, real aset ataupun sekuritas luar negeri).

3. Pemilihan strategi portofolio

Strategi yang dipilih harus konsisten dengan dua tahap sebelumnya. Ada dua strategi portofolio yang bisa dipiih, yaitu strategi portofolio aktif dan strategi portofolio pasif.

Strategi portofolio aktif meliputi kegiatan penggunaan informasi yang tersedia dan teknik-teknik peramalan secara aktif untuk mencari kombinasi portofolio yang lebih baik. Strategi portofolio pasif meliputi aktivitas investasi pada portofolio yang seiring dengan kinerja indeks pasar.

Asumsi strategi pasif ini adalah bahwa semua informasi yang tersedia akan diserap pasar dan direfleksikan pada harga saham.

4. Pemilihan asset

Dalam tahap pemilihan aset-aset yang akan dimasukkan dalam portofolio memerlukan pengevaluasian setiap sekuritas yang ingin dimasukkan dalam portofolio.

Tujuannya adalah untuk mencari kombinasi portofolio efisien, yaitu portofolio yang menawarkan return diharapkan yang tertinggi dengan tingkat risiko tertentu atau sebaliknya menawarkan return diharapkan tertentu dengan tingkat risiko terendah.

5. Pengukuran dan evaluasi kinerja portofolio

Tahap ini merupakan tahap paling akhir dari proses keputusan investasi yang meliputi pengukuran kinerja portofolio dan pembandingan hasil pengukuran tersebut dengan kinerja portofolio lainnya melalui proses benchmarking.

Berbeda dengan tahapan investasi menurut Tandelilin (2017) tersebut, pendapat lain oleh Zubir (2019) juga mengungkapkan Langkah yang diperlukan dalam proses investasi yaitu :

a. Menentukan kebijakan investasi

Dalam hal ini pemodal perlu menentukan apa tujuan investasinya, dan berapa banyak investasi tersebut akan dilakukan. Dia harus menyadari bahwa ada kemungkinan dia menderita rugi. Jadi tujuan investasi harus dinyatakan baik dalam keuntungan maupun risiko.

b. Analisis sekuritas

Tahap ini pemodal melakukan analisis terhadap sekuritas individu atau sekelompok sekuritas. Ada berbagai cara untuk melakukan analisis ini, tetapi pada garis besarnya cara-cara tersebut dikelompokkan menjadi dua, yaitu analisis teknikal dan analisis fundamental.

Analisis teknikal menggunakan data (perubahan) harga dimasa yang akan datang. Analisis fundamental berupaya mengidentifikasi prospek perusahaan (melalui analisis terhadap faktor-faktor yang mempengaruhinya) untuk bisa memperkirakan harga saham di masa yang akan datang.

b. Pembentukan portofolio

Portofolio berarti sekumpulan investasi. Tahap ini menyangkut identifikasi sekuritas-sekuritas mana yang akan dipilih, dan berapa proporsi dana yang akan ditanamkan pada masing-masing sekuritas tersebut.

Pemilihan terhadap banyak sekuritas (pemodal melakukan diversifikasi investasi) dimaksudkan untuk mengurangi risiko yang ditanggung.

c. Melakukan revisi portofolio

Tahap ini merupakan pengulangan terhadap tiga tahap sebelumnya, dengan maksud bila pemodal perlu untuk melakukan perubahan terhadap portofolio yang telah dimiliki.

Apabila pemodal merasa portofolioyang sekarang dimiliki tidak lagi optimal atau tidak sesuai dengan peferensi risiko pemodal, maka pemodal dapat melakukan perubahan terhadap sekuritas-sekuritas yang membentuk portofolio tersebut.

d. Evaluasi kinerja portofolio

Dalam tahap ini pemodal melakukan penilaian terhadap kinerja portofolio, baik pada aspek tingkat keuntungan yang diperolehnya maupun risiko yang ditanggung. Tidak benar kalau suatu portofolio yang memberikan keuntungan yang lebih tinggi mesti lebih baik dari portofolio lainnya.

Faktor risiko perlu dimasukkan, karena itu diperlukan standar pengukurannya. Hal mendasar dalam proses investasi adalah pemahaman hubungan antara return harapan dan risiko suatu investasi yang searah dan linear.

Artinya, semakin besar return harapan, semakin besar pula tingkat risiko yang harus dipertimbangkan. Proses keputusan investasi merupakan proses yang berkesinambungan (going process).

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan investasi?
Investasi adalah kegiatan menempatkan dana atau aset pada instrumen tertentu dengan tujuan memperoleh keuntungan atau peningkatan nilai aset di masa depan. Investasi dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti saham, obligasi, reksa dana, emas, properti, maupun aset digital sesuai dengan profil risiko investor.
2. Mengapa investasi penting untuk masa depan??
Investasi penting karena membantu mengembangkan kekayaan, melindungi nilai uang dari inflasi, mencapai tujuan keuangan, serta mempersiapkan kebutuhan jangka panjang seperti dana pendidikan, dana pensiun, atau membeli rumah.
3. Apa yang dimaksud dengan proses investasi?
Proses investasi adalah serangkaian tahapan yang dilakukan investor mulai dari menentukan tujuan keuangan, menganalisis risiko, memilih instrumen investasi, mengalokasikan dana, hingga melakukan evaluasi terhadap hasil investasi secara berkala.
Bonpas Finance
Bonpas Finance Karena Mencoba Pasti Selalu Ada Kesempatan

Post a Comment