Pasar Persaingan Monopolistik

Table of Contents
Pasar Persaingan Monopolistik

Dalam ilmu ekonomi, perekonomian merupakan penggabungan dari berbagai jenis pasar barang/jasa. Oleh karena itu, untuk mengenal corak kegiatan suatu perekonomian perlu memperhatikan corak operasi suatu pasar.

Pasar dalam pengertian ekonomi tidak harus berwujud secara fisik, pasar merupakan pertemuan antara permintaan (demand) dengan penawaran (supply), atau mempertemukan penjual dan pembeli suatu barang.

Melalui interaksi antara penjual dan pembeli, pasar akan menentukan tingkat harga suatu barang dan jumlah barang yang diperjualbelikan. Terdapat dua kondisi yang bisa dikelompokkan kondisi ekstrem bagi posisi perusahaan dalam pasar.

Kondisi ekstrem pertama, pasar berada dalam pasar persaingan sempurna, di mana jumlah perusahaan begitu banyak dan kemampuan setiap perusahaan sangat kecil untuk memengaruhi harga pasar. Sehingga yang dapat dilakukan perusahaan adalah menyesuaikan jumlah output agar mencapai laba maksimum. 

Kondisi ekstrem kedua, perusahaan hanya satu-satunya produsen (monopoly). Posisi ini perusahaan mampu memengaruhi harga dan jumlah output dalam pasar. Meski demikian, kedua kondisi ekstrem tersebut ternyata jarang sekali terjadi.

Yang lebih umum adalah dua kondisi peralihan antara ekstrem pasar persaingan sempurna dan monopoli yang dikenal dengan persaingan monopolistik (monopolistic competition), dan oligopoli (oligopoli). Pasar persaingan monopolistik akan dibahas lebih lanjut pada bab ini.

Definisi, Ciri-Ciri, dan Fungsi Pasar

Dalam ilmu ekonomi, pengertian pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli yang melakukan transaksi untuk menentukan nilai harga suatu barang atau jasa. Pasar juga bisa diartikan sebagai sebuah proses interaksi antara penjual dan pembeli untuk menetapkan harga keseimbangan pasar.

Dari penjelasan ini maka pasar merupakan proses bertemunya penjual dan pembeli baik secara langsung maupun tidak langsung untuk bertransaksi barang/jasa dan menetapkan harga yang disepakati. 

Mengutip dari berbagai sumber, definisi struktur pasar secara umum diartikan penggolongan produsen kepada beberapa bentuk pasar berdasarkan ciri-ciri seperti jenis produk yang dihasilkan, banyaknya perusahaan dalam industri, mudah tidaknya keluar atau masuk ke dalam industri dan peranan iklan dalam kegiatan industri.

Dan di dalam analisis ilmu ekonomi, pasar dibedakan menjadi pasar persaingan sempurna dan pasar persaingan tidak sempurna (yang meliputi monopoli, oligopoli, monopolistik, dan monopsoni). Adapun ciri-ciri sebuah pasar adalah sebagai berikut :

  1. Ada penjual dan pembeli Dinamakan pasar karena adanya penjual dan pembeli. Jika yang ada hanya salah satu antara penjual atau pembeli, tentu belum bisa disebut sebuah pasar.
  2. Ada jasa atau barang yang akan diperjualbelikan Transaksi antara penjual dengan pembeli tentu karena adanya suatu objek yaitu barang/jasa yang diperjualbelikan. Tanpa objek tersebut antara penjual dan pembeli tidak akan terjadi transaksi.
  3. Adanya permintaan dan penawaran Proses penawaran dilakukan oleh penjual dan proses permintaan dilakukan oleh pembeli baik terhadap suatu objek berupa barang atau jasa.
  4. Adanya interaksi antara penjual dan pembeli Interaksi antara penjual dan pembeli untuk melakukan suatu transaksi merupakan suatu ciri dari adanya keberadaan pasar.
  5. Terjadi kesepakatan antara penjual dan pembeli Yaitu proses akhir dari penawaran dan permintaan antara penjual dan pembeli yang keduanya sama-sama sepakat melakukan jual beli dengan harga tertentu.

Selain memiliki ciri-ciri tersebut, pasar juga mempunyai beberapa fungsi. Setidaknya ada tiga fungsi utama suatu pasar yaitu :

  1. Fungsi Pembentukan Harga Yaitu fungsi pasar sebagai tempat dalam menentukan harga atau nilai suatu barang, karena adanya interaksi atau saling tawar-menawar antara penjual dan pembeli sehingga muncul kesepakatan harga.
  2. Fungsi Distribusi Yaitu fungsi pasar yang memudahkan produsen dalam mendistribusikan barangnya kepada konsumen secara langsung.
  3. Fungsi Promosi Yaitu pasar merupakan tempat yang paling cocok bagi para produsen untuk memperkenalkan barang/jasa secara langsung dengan konsumennya.

Pasar Persaingan Monopolistik

Pasar persaingan monopolistik merupakan salah satu dari pasar persaingan tak sempurna. Teori pasar persaingan monopolistik dikembangkan karena ketidak puasan terhadap daya analisis model persaingan pasar sempurna maupun pasar monopoli.

Tetapi dilihat dari strukturnya pasar monopolistik lebih mendekati pada pasar persaingan sempurna (dicirikan dengan banyak perusahaan yang berpartisipasi di pasar, tanpa batasan masuk industri yang serius) tetapi perusahaan yang berpartisipasi di pasar tersebut menghasilkan produk yang berbeda karakteristik.

Pasar monopolistik didefinisikan sebagai pasar dengan banyak produsen yang menghasilkan komoditas yang berbeda karakteristik (differentiated product) dan bisa disebut juga sebagai pasar yang banyak penjual, yang menawarkan satu jenis barang dengan diferensiasi produk yang berbeda-beda baik dari segi kualitas, bentuk dan ukuran.

Dalam pasar persaingan monopolistik para konsumen merasakan adanya perbedaan karakteristik dari produk-produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan dengan produk-produk yang dihasilkan oleh perusahaanperusahaan lainnya.

Perbedaan tersebut bisa mencerminkan perbedaan yang sebenarnya di antara produk-produk yang mereka konsumsi atau hanya perbedaan persepsi konsumen bahwa produk-produk yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan yang beroperasi di pasar memang berbeda.

Pasar persaingan monopolistik adalah bentuk pasar yang di dalamnya terdapat banyak penjual yang menghasilkan atau menjual produk yang berbeda-beda. Pada dasarnya persaingan monopolistik adalah pasar yang berada di antara pasar persaingan sempurna dan monopoli.

Tidak adanya homogenitas produk adalah aspek pokok yang membedakan dengan pasar persaingan sempurna, dan bukan karena aspek lainnya seperti jumlah perusahaan yang ada di dalam pasar, atau aspek kebebasan bagi perusahaan baru untuk masuk ke dalam pasar.

Sebagai contoh perbedaan produk dapat dilihat dari bentuk fisiknya seperti beda fungsi, bentuk maupun kualitas. Perbedaan juga bisa dijumpai dalam kaitannya dengan merek, logo ataupun kemasan.

Lebih lanjut perbedaan juga dapat dijumpai dalam hal-hal yang terkait dengan penjualan seperti jangka waktu kredit, ketersediaan komoditas, kemudahan dalam memperolehnya, pelayanan purna jual, lokasi perolehan komoditas, pelayanan dan sebagainya.

Pakaian, obat-obatan, kosmetik, restoran dan banyak komoditas makanan adalah contoh-contoh dari komoditas monopolistik yang umum dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

1. Ciri-ciri Pasar Persaingan Monopolistik

Pasar persaingan monopolistik ditandai dengan ciri-ciri (sifat) pasar sebagai berikut :

a. Adanya diferensiasi produk

Produk suatu perusahaan dalam pasar persaingan monopolistik berbeda coraknya (differentiated product) dan secara fisik mudah dibedakan antara produksi suatu perusahaan dengan produksi perusahaan lainnya.

Di samping perbedaan dalam bentuk fisik barang tersebut, terdapat pula perbedaan dalam pengemasannya, perbedaan dalam pelayanan purna jual, perbedaan cara pembayarannya dan lain-lain. 

Akibatnya barang yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan dalam pasar persaingan monopolistik bukanlah barang yang bersifat pengganti sempurna (perfect substitute) terhadap barang yang diproduksi oleh perusahaan lain.

b. Terdapat banyak produsen atau penjual

Dalam pasar ini terdapat cukup banyak penjual, namun tidak sebanyak seperti dalam pasar persaingan sempurna.

Apabila di dalam pasar sudah terdapat beberapa puluh perusahaan, maka struktur pasar tersebut sudah dapat dikatakan sebagai persaingan monopolistik, yang penting tidak satu pun dari perusahaan-perusahaan tersebut ukuran atau besarnya jauh melebihi dari perusahaan-perusahaan lainnya. Perusahaan dalam pasar monopolistik mempunyai ukuran yang relatif sama besarnya.

c. Produsen sedikit memengaruhi harga

Pada persaingan monopolistik berbeda dengan perusahaan dalam pasar persaingan sempurna yang tidak mempunyai kekuasaan dalam memengaruhi harga.

Perusahaan dalam pasar persaingan monopolistik dapat memengaruhi harga, namun demikian pengaruhnya relatif kecil kalau dibandingkan dengan perusahaan oligopoli dan monopoli. Kekuasaan memengaruhi harga oleh perusahaan monopolistik biasanya bersumber dari sifat barang yang berbeda corak.

d. Produsen dapat keluar masuk pasar

Hambatan yang dihadapi tidaklah seberat seperti dalam oligopoli dan monopoli. Perusahaan yang akan masuk dan menjalankan usaha di dalam pasar persaingan monopolistik tidak akan banyak mengalami hambatan.

e. Promosi penjualan harus aktif

Harga bukanlah penentu utama dari besarnya pasar dari perusahaan-perusahaan dalam persaingan monopolistik. Suatu perusahaan mungkin menjual barangnya dengan harga relatif tinggi, tetapi masih dapat menarik banyak pelanggan.

Sebaliknya suatu perusahaan lain mungkin harga barangnya relatif rendah, namun tidak bisa banyak menarik pelanggan. Keadaan seperti ini disebabkan oleh sifat barang yang mereka produksi, yaitu barang yang sifatnya hanya berbeda corak.

2. Unsur-unsur Persaingan Monopolistik

Unsur-unsur persaingan monopolistik adalah jumlah perusahaan produsen yang relatif cukup banyak, ada diferensiasi produk, dan ada syarat untuk masuk ke dalam industri.

a. Perusahaan jumlahnya cukup banyak

Dalam pasar persaingan monopolistik terdapat cukup banyak produsen atau penjual skala kecil, menawarkan barang yang sama tetapi tidak identik antara barang satu dengan barang lain. Masing-masing produsen ukurannya kecil dibandingkan dengan besarnya seluruh pasar industri.

Karena jumlahnya cukup banyak maka kolusi di antara mereka dengan tujuan membatasi output yang diproduksi agar diperoleh harga lebih tinggi, tak mungkin dilakukan. Dan akhirnya masing-masing merasa bebas tak saling tergantung dan tak harus memperhatikan dan bereaksi terhadap tindakan perusahaan lain saingannya.

b. Diferensiasi produk

Ini merupakan unsur pokok dalam pasar persaingan monopolistik di mana terdapat variasi dari suatu jenis produk. Beberapa perusahaan memproduksi dan menjual barang-barang kosmetik, tetapi masing-masing produk berbeda antara satu dengan lain atau dengan saingannya.

Ada beberapa macam bentuk diferensiasi produk yaitu diferensiasi produk nyata secara fisik, diferensiasi produk imajiner atau tak nyata, serta diferensiasi produk kemudahan. Diferensiasi produk secara nyata bisa berupa perbedaan wujud barang, fungsi, bahan mentah, kualitas pengerjaan dan pemrosesan.

Diferensiasi imajiner adalah diferensiasi produk yang diciptakan oleh advertensi, pembungkus atau pengepakan barang, dan pemberian merek. Diferensiasi produk kemudahan bisa berupa letak atau lokasi toko yang strategis, tersedianya fasilitas pembayaran dengan kredit, dan sebagainya.

Unsur diferensiasi produk mempunyai dua arti penting yaitu perusahaan pesaing monopolistik mempunyai pengendalian secara terbatas atas harga barang yang mereka produksi dan jual karena produknya dibedakan dari produk para pesaing, meskipun dalam industri secara relatif terdapat cukup banyak perusahaan produsen barang tersebut.

Para konsumen mempunyai preferensi akan produk yang dijual oleh produsen tertentu dan ia bersedia membeli pada harga lebih tinggi daripada barang sama yang diproduksi oleh perusahaan lain untuk memenuhi seleranya.

Diferensiasi produk mempunyai arti penting lain karena ia menimbulkan persaingan bukan harga. Dengan diferensiasi produk maka produknya bisa ditonjolkan dengan advertensi dan promosi penjualan sebagai sisi persaingan bukan harga.

c. Syarat masuk ke dalam industri

Untuk masuk ke dalam industri persaingan monopolistik secara relatif adalah mudah. Meskipun perusahaan yang ada dalam industri merupakan perusahaanperusahaan kecil dan tak membutuhkan skala ekonomis dan kapital besar namun mereka membutuhkan anggaran relatif cukup besar untuk mengadakan advertensi guna menunjukkan diferensiasi produk dari produk-produk para pesaing. 

Mereka memegang hak paten atau hak merek. Semua ini menimbulkan halangan atau rintangan finansial bagi perusahaan-perusahaan baru untuk masuk ke dalam industri tersebut.

3. Faktor Penyebab Pasar Monopolistik

Pasar Monopolistik tidak tercipta begitu saja, namun ada beberapa faktor yang memengaruhi terbentuknya pasar monopolistik, yaitu :

a. Ketidakpuasan terhadap pasar sempurna dan monopoli

Akibat produsen tidak puas dengan sistem pasar sempurna dan pasar monopoli sehingga banyak sekali produsen atau perusahaan yang berpindah ke sistem pasar monopolistik.

b. Sumber alam

Sumber daya alam yang amat sangat melimpah ruah dapat mendorong setiap orang atau produsen untuk terjun dalam industri monopolistik, karena sangat mudah untuk mencari bahan baku maupun bahan pendukung keperluan produksi suatu barang.

c. Produk diferensial

Akibat produk diferensial tidak terlalu tinggi membuat setiap produsen lebih mudah dalam persaingan non-harga seperti iklan dan lainnya.

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan pasar persaingan monopolistik?
Pasar persaingan monopolistik adalah struktur pasar yang terdiri dari banyak penjual yang menawarkan produk serupa tetapi memiliki perbedaan (diferensiasi). Perbedaan tersebut dapat berupa kualitas, merek, desain, pelayanan, atau strategi pemasaran sehingga setiap perusahaan memiliki sedikit kekuatan dalam menentukan harga.
2. Apa ciri-ciri pasar persaingan monopolistik?
Ciri utama pasar persaingan monopolistik meliputi banyak penjual dan pembeli, produk terdiferensiasi, persaingan melalui promosi dan kualitas, kebebasan keluar masuk pasar, serta setiap perusahaan memiliki kemampuan terbatas dalam menetapkan harga produknya.
3. Apa contoh pasar persaingan monopolistik?
Contoh pasar persaingan monopolistik antara lain restoran, kedai kopi, salon kecantikan, toko pakaian, produk kosmetik, sepatu olahraga, dan usaha kuliner. Produk yang dijual memiliki fungsi yang sama, tetapi berbeda dalam merek, kualitas, maupun pelayanan.
Bonpas Finance
Bonpas Finance Karena Mencoba Pasti Selalu Ada Kesempatan

Post a Comment