Jenis Saham Yang Beredar di Pasar Modal

Table of Contents
Jenis Saham Yang Beredar di Pasar Modal

Pengetahuan dasar mengenai jenis saham yang biasa diperdagangkan di pasar modal perlu dimiliki oleh seorang investor, karena pengetahuan dasar mengenai saham biasa atau common stock dan prefereed stock akan membantu investor akan mampu menentukan pilihan-pilihan saham yang akan dijadikan sebagai tujuan investasi.

Berikut adalah penjelasan mengenai saham biasa atau saham preferen :

Common Stock atau Saham Biasa

Saham biasa atau biasa dikenal dengan common stock merupakan salah satu surat berharga komersial dalam bentuk sertifikat atau piagam, dalam hal ini bukti kepemilikan berupa sertifikat atau piagam tersebit merupakan bukti bahwa seorang investor memiliki hak dan tanggung jawab pada perusahaan yang menjadi tujuan investasi tersebut.

(Adnyana, 2020) dalam bukunya “Manajemen Investasi dan Portofolio” menjelaskan saham biasa merupakan bukti bahwa seorang investor adalah bagian dari perusahaan atau dengan kata lain pemilik perusahaan.

Peurahaan yang mengeluarkan surat bukti kepemilikan tersebut berbentuk perseroan terbatas. Saham biasa memberikan dividen kepada pemilik saham, biasanya dividen dibayarkan setiap akhir tahun dari profit atau keuntungan yang diperoleh dari perusahaan.

Penentuan besarnya tingkat pengembalian investasi dan nilai saham biasa lebih rumit dibandingkan dengan saham preferen dan instrument investasi obligasi,hal ini disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut:

  1. Harapan pendapatan yang akan diperoleh oleh seorang investor sangat sulit diprediksi.
  2. Return saham yang akan diperoleh oleh seorang investor saham biasa merupakan gabungan dari dividen atau capital gain atau capital loss.
  3. Besarnya pendapatan dividen yang diperoleh seorang investor tidak selalu konsisten.

Chen (2022) menjelaskan bahwa saham biasa akan mewakili pemiliknya dalam hal ini investor sebagai bukti kepemilikan perusahaan yang menjadi tujuan investasi. Investor yang menjadi pemegang saham memilih dewan direksi perusahaan (director of board) dan memilih kebijakankebijakan perusahaan. 

Bentuk ekuitas kepemilikan seperti ini biasanya menghasilkan tingkat pengembalian investaasi dalam jangka panjang.

Dalam hal likuidasi, pemegang saham biasa memiliki hak atas katas aset perusahaan hanya setelah pemegang obligasi, pemegang saham preferen, dan debtholders menerima pembayaran penuh. Saham biasa dilaporkan di bagian ekuitas pemegang saham di neraca perusahaan.

Chen,(2022) juga menjelaskan bahwa suatu perusahaan jika akan melakukan penerbitan saham harus melalui event atau kegiatan yang disebut penawaran umum atau biasa dikenal dengan istilah Initial Public Offering atau disingkat IPO.

Dalam rangka menjadi modal tambahan untuk menjalankan perusahaan maka event atau kegiatan Bernama IPO ini merupakan strategi yang terbaik, apalagi jika perusahaan tersebut melakukan ekspansi.

Untuk memulai kegiatan IPO ini perusahaan harus mampu bekerja sama dengan lembaga keuangan perbankan dan emiten peminjam investasi, karena merekan yang akan menentukan jenis saham dan harga saham yang akan diluncurkan pada kegiatan IPO.

Setelah tahap initial public offering ini selesai maka masyarakat umum dapat membeli saham perdana tersebut di pasar sekunder. Gambar berikut menjelaskan proses sebuah perusahaan melakukan tahapan dalam initial public offerin.

Proses Penawaran Umum (Go Publik) 1
Proses Penawaran Umum (Go Publik) 1

Pada gambar diatas menjelaskan langlah-langkah sebuah perusahaan dalam melakukan proes go public, Dengan memahami langkah-langkah tersebut akan memuat pemahaman dasar mengenai pengertian saham semakin jelas, selain itu kita juga akan memahami bagaimana cara perusahaan memperkenalkan sahamnya di bursa khususnya pasar modal.

Dari gambar tersebut dapat diartikan bahwa perusahaan dalam mencari pendanaan jangka panjang melalui go public dengan memberi kesempatan yang luas kepada para investor.

Proses Penawaran Umum (Go Publik) 2
Proses Penawaran Umum (Go Publik) 2

Gambar diatas menunjukkan proses lanjutan dari perusahaan yang akan melakun go public, dari proses tersebut terlihat jelas bahwa sebuah perusahaan harus melalui seleksi yang ketat, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak sembarang perusahaan bisa melakukan proses go public, dengan demikian meskipun seorang investor membeli saham pada perusahaan yang melakukan go public tetap terjamin keamanan dan kualitas dari saham tersebut.

Kristianto (2022) menjelaskan salah satu contoh saham biasa yang biasa diperdagangkan adalah saham warrant, dalam hal ini saham warrant memiliki kode seri tertentu yang sesuai dengan seri saham tersebut.

Contohnya saham warrant seri 1 merupakan salah satu efek yang diberikan kepada pemegang saham untuk melakukan eksekusi pada tiap saham warran seri 1 menjadi saham baru di perusahaan tersebut, dan saham baru tersebut memiliki nilai sebesar Rp50.

Beberapa contoh saham biasa atau common stock adalah sebagai berikut :

a. Saham unggulan

Saham ini mendapat pengakuan secara nasional dengan sejarah laba perusahaan, pertumbuhan dan manajemen perusahaan yang semakin memiliki kinerja yang tinggi. Jenis saham unggulan biasanya termasuk lima besar dalam indeks LQ45.

b. Saham pertumbuhan

Jenis saham ini memiliki peluang yang lebih besar dalam hal pertumbuhan laba yang tinggi dan menguntungkan dibandingkan dengan rata-rata saham pada umumnya yang diperdagangkan di bursa efek.

c. Saham defensive

Saham ini memiliki tingkat stabilitas yang tinggi, sehingga saham ini akan mempunyai daya tahan yang tinggi pada saat suatu negara mengelami resesi atau kondisi ekonomi negara dalam kondisi tidak stabil atau tidak dapat diprediksi.

d. Saham siklis

Merupakan salah satu jenis saham dimana trend pertumbuhan harga saham atau kinerja saham akan mengalami kenaikan sejalan dengan pertumbuhan perekonomian negara yang semakin menunjukkan pertumbuhan yang semakin meningkat.

e. Saham musiman

Jenis saham musiman adalah saham yang hanya diperjual belikan di bursa pada musim-musim tertentu. 

f. Saham spekulatif

Pertumbuhan harga saham ini sangat tergantung pada suatu kondisi yang sprekulatif, oleh karena itu saham ini memiliki pertumbuhan laba yang rendah dan bersifat negatif.

Saham Preferen

Preferred stock atau dikenal sebagai saham preferen, saham ini merupakan jenis saham yang memberi pendapatan tetap kepada pemegang saham dalam bentuk dividen. Bentuk saham preferen biasanya berupa surat berharga komersial yang diterbitkan oleh perusahaan saham tersebut.

Penerimaan pendapatan saham preferen yang akan diterima oleh investor biasanya menggunakan sisttem kuartal atau periode triwulan.

Menurut definisi dari (“Saham - Wikipedia Bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas,”) saham istimewa yang dikenal sebagai saham preferen ini memberikan pendapatan tetap berupa dividen bagi pemegang sahamnya.

Perusahaan pemilik saham preferen ini biasa menerbitkan sahamnya dalam bentuk surat berharga komersialInvestor pemegang saham ini setiap periode kuartal akan menerima pendapatan dalam bentuk dividen. Saham preferen menurut istilah dari Wikipedia terdiri dari beberapa jenis yaitu :

  1. saham preferen yang dapat dikonversikan ke saham biasa,
  2. saham preferen yang dapat ditebus dan
  3. saham preferen dengan tingkat dividen yang mengambang.

Nugroho (2022) menjelaskan bahwa gabungan karakteristik saham biasa dan obligasi merupakan ciri saham preferen, oleh karena itu sebagai investor pemilik saham ini akan menerima pendapatan tetap dalam bentuk dividen untuk saham dan bunga obligasi untuk pemilik obligasisecara umum para pemegang saham preferen mempunyai hak manajemen perusahaan yang lebih tinggi disbanding para pemegang saham biasa.

Saham preferen di Indonesia cukup jarang diperjual belikan karena jarang tersedia di pasar modal Indonesia. Saham preferen memiliki persamaan atau kemiripan dengan instrument investasi obligasi antara lain :

  1. Memiliki klaim atas laba dan pendapatan aktiva sebeumnya.
  2. Pendapatan dividen yang diperoleh seorang investor adalah tetap selama usia saham tersebut.
  3. Saham preferen dapat ditukar dengan saham biasa.

Adnyana (2020)menjelaskan bahwa pemilik saham preferen memiliki hak terlebih dahulu dalam memiliki laba dan kumulatif laba.

Pengertian mengenai hak kumulatif laba adalah pemilik saham preferen tidak akan mendapatkan laba perusahaan pada saat mengalami kerugian, tetapi akan mendapatkan laba pada saat perusahaan mengalami keuntungan sehingga pemilik saham akan mendapatkan kumulatif laba.

Hak istimewa ini dimiliki oleh pemegang saham preferen ini karena pada saat perusahaan mengalami kerugian atau masalah dalam keuangan, mereka yang akan memberikan investasi modal kepada perusahaan.

Beberapa karakteristik saham preferen yang perlu diketahui oleh investor antara lain sebagai berikut :

  1. Memiliki tingkat yang berbeda dalam pembagian laba, dalam hal ini pemilik saham preferen akan mendapatkan prioritas utama terhadap laba perusahaan yang telah ditangguhkan.
  2. Pemegang saham mendapatkan prioritas mendapatkan aset perusahaan saat proses likuidasi perusahaan.
  3. Pendapatan laba yang diperoleh pemegang saham bisa dikonversikan menjadi saham biasa atau instrumen investasi lain.

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan jenis saham di pasar modal?
Jenis saham di pasar modal adalah pengelompokan saham berdasarkan karakteristik, hak pemegang saham, cara pengalihan, maupun kinerja perusahaan. Memahami jenis saham membantu investor memilih instrumen investasi yang sesuai dengan tujuan dan profil risikonya.
2. Apa perbedaan saham biasa dan saham preferen?
Perbedaan utama terletak pada hak yang diperoleh investor. Saham biasa memberikan hak suara dalam pengambilan keputusan perusahaan, sedangkan saham preferen menawarkan prioritas pembagian dividen dan klaim aset, namun hak suara biasanya lebih terbatas.
3. Apa yang dimaksud dengan saham blue chip?
Saham blue chip adalah saham perusahaan besar yang memiliki reputasi baik, fundamental kuat, kapitalisasi pasar besar, serta konsisten memberikan keuntungan dalam jangka panjang. Saham jenis ini sering menjadi pilihan investor konservatif.
Bonpas Finance
Bonpas Finance Karena Mencoba Pasti Selalu Ada Kesempatan

Post a Comment