Fungsi dan Peluang Pasar Modal di Indonesia

Table of Contents
Fungsi dan Peluang Pasar Modal di Indonesia

Pasar modal menyatukan pembeli dan penjual, seperti halnya pasar lainnya. Namun, instrumen yang diperdagangkan membuat perbedaan yang jelas antara pasar ini dan lainnya.

Mengutip Alan N. Menurut Rechtschaffen (Rahmah, 2019), pasar modal merupakan tempat berkumpulnya pihak-pihak yang memiliki kelebihan modal (investor) dan pihak yang membutuhkan tambahan modal, baik modal jangka pendek maupun jangka panjang.

Selama ini berlangsung, A. Menurut Abdurrahman (Rahmah, 2019), pasar modal adalah suatu tempat atau sistem dimana orang dapat membeli dan menjual sekuritas untuk memenuhi kebutuhan modal suatu perusahaan. (derivatif instrument) (Pujiwidodo et al., 2018).

Fungsi Pasar Modal

Pasar modal suatu negara memiliki fungsi (Suhardini, 2015), berikut ini :

  1. Perusahaan dapat mengumpulkan uang dengan menjual saham ke pasar modal sebagai cara untuk menambah modal kerja. Publik, bisnis lain, institusi, atau pemerintah semuanya akan membeli saham ini. 
  2. Setelah jangka waktu tertentu, saham yang dibeli akan membagikan dividen (sebagian keuntungan perusahaan) kepada pembeli (pemilik), sehingga menyeimbangkan pendapatan. Konsekuensinya, penjualan saham di pasar modal dapat dianggap sebagai metode penyeimbangan pendapatan.
  3. Produktivitas perusahaan akan meningkat akibat diperolehnya lebih banyak modal dari pasar modal, yang akan meningkatkan kapasitas produksi.
  4. Adanya pasar modal dapat mendorong munculnya dan tumbuhnya industri lain yang berdampak pada penciptaan lapangan kerja baru sebagai sarana penghasil tenaga kerja.
  5. Setiap dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham akan dikenakan pajak oleh pemerintah untuk meningkatkan penerimaan negara. Pendapatan negara akan meningkat sebagai akibat dari tambahan pendapatan dari pajak ini.

Peluang Pasar Modal di Indonesia

Untuk terus meningkatkan kinerja pasar modal Indonesia, pembuat kebijakan harus memanfaatkan peluang yang diberikan oleh perekonomian negara. Salah satu peluang yang bisa diambil oleh pembuat kebijakan pasar modal adalah kelas menengah Indonesia yang terus berkembang.

Kelas menengah di Indonesia berkembang cukup cepat. Pada tahun 2003, 81 juta orang di Indonesia 37,7 persen dari total populasi negara merupakan kelas menengah.

Bank Dunia dan Majalah SWA memperkirakan bahwa 134 juta orang Indonesia, atau sekitar 56 persen dari populasi, dikategorikan sebagai kelas menengah pada tahun 2012. 

enurut definisi, kelas sosial yang memiliki sarana untuk melakukan kegiatan investasi dan konsumsi adalah kelas menengah (juga dikenal sebagai kelas konsumen).

Bahkan, pada tahun 2030 diprediksi Indonesia akan memiliki 113 juta pekerja terampil, 135 juta konsumen kelas menengah, dan yang terpenting perekonomian terbesar ketujuh di dunia.

(McKinsey Research 2012, menurut Friderica Widyasari Dewi, Direktur Pengembangan Bisnis BEI, dalam presentasinya di FE UI). Sayangnya, masyarakat Indonesia tidak memiliki pengetahuan pasar modal yang cukup untuk mendukung pertumbuhan kelas menengah.

Menurut studi pemantauan kelas menengah bulanan yang dilakukan oleh Majalah Marketeers, sebuah publikasi pemasaran terkemuka di Indonesia, mayoritas kelas menengah Indonesia melakukan investasi jangka pendek, tetapi hanya sebagian kecil orang yang melakukannya dalam jangka panjang di pasar saham.

Hal ini sebenarnya ditunjukkan oleh studi tahun 2012 (n=600) tentang jenis investasi yang dimiliki oleh kelas menengah Indonesia. terungkap bahwa hanya 5% dari uang yang dipegang oleh kelas menengah yang diinvestasikan dalam saham dan obligasi di pasar saham.

Sisa porsi terbagi antara tabungan (87,3%), properti (49,5%), asuransi dengan manfaat investasi (48,8%), tabungan rencana (24,2%), emas (20%), deposito berjangka (19,5%), asuransi (19 %), dan perhiasan (7,8%).

Untuk meningkatkan investasi kelas menengah di pasar modal, pembuat kebijakan harus memanfaatkan pertumbuhan dan potensi kelas menengah saat ini.

Pada gilirannya, hal ini akan memungkinkan masyarakat Indonesia untuk mengubah masyarakatnya dari masyarakat yang mengutamakan tabungan menjadi masyarakat yang mengutamakan investasi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan tentu akan terpengaruh oleh hal ini (Putri and Mandayanti, 2021).

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan pasar modal di Indonesia?
Pasar modal di Indonesia adalah tempat bertemunya pihak yang membutuhkan dana (emiten) dengan pihak yang memiliki dana (investor) melalui perdagangan berbagai instrumen keuangan seperti saham, obligasi, reksa dana, ETF, dan surat berharga lainnya. Pasar modal berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
2. Apa fungsi utama pasar modal di Indonesia?
Fungsi utama pasar modal adalah sebagai sarana pendanaan bagi perusahaan dan pemerintah serta sebagai tempat investasi bagi masyarakat. Selain itu, pasar modal membantu meningkatkan efisiensi alokasi dana, memperluas kepemilikan perusahaan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
3. Mengapa pasar modal penting bagi perekonomian Indonesia?
Pasar modal penting karena mampu menghimpun dana masyarakat untuk membiayai kegiatan usaha, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas perusahaan, serta memperkuat stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Bonpas Finance
Bonpas Finance Karena Mencoba Pasti Selalu Ada Kesempatan

Post a Comment