Analisis Teknikal Pada Saham
Para pelaku pasar sering kali beragumen bahwa mempelajari pasar saham adalah salah satu cara untuk menganalisis sebuah proses dan dapat berguna untuk membantu inverstor dalam mengambil keputusan. Menganalisis hal-hal yang dapat mempengaruhi pasar saham dikenal sebagai analisis teknikal.
Bagi Sebagian investor, informasi-informasi yang didapatkan tersebut digunakan untuk membeli, menjual atau tetap menahan saham yang dimiliki. Tetapi bagi sebagian lainnya informasi tersebut hanya digunakan sebagai keputusan investasi.
Analisis teknikal sering kali digunakan oleh investor atau trader yang aktif di pasaran. Mereka kerap kali melakukan transaksi saham dengan jangka pendek, bahkan harian.
Untuk melakukan analisis teknikal saham, para investor bisa memulainya dengan mengamati pergerakan pasar, mengetahui indikator analisis teknikal dan melihat apa yang berulang dalam sejarah. Untuk mempelajari analisis teknikal lebih dalam, yang harus dilakukan adalah :
1. Pergerakan Pasar
Pastikan investor menggunakan pergerakan pasar sebagai tolok ukur saat melakukan analisis. Pergerakan pasar itu sendiri merupakan gambaran dari kondisi yang terjadi. Pergerakan pasar sendiri dapat disebabkan oleh banyak faktor seperti bencana alam, politik dan kondisi mental pelaku pasar.
2. Indikator Analisis Teknis
Investor juga harus mengetahui indikator analisis teknis sebelum memperdagangkan saham. Seperti Moving Average (MA), Moving Avarage ConvergenceDivergence (MACD) dan stochastic.
MA digunakan untuk menganalisis rata-rata pergerakan harga suatu saham selama beberapa periode sebelumnya. MACD digunakan untuk menentukan sinyal beli atau jual yang diperoleh dengan melihat rasio MA jangka panjang dan jangka pendek.
Stochastic membandingkan harga penutupan terakhir dengan kisaran harga terendah atau tertinggi untuk periode tertentu.
Prinsip-prinsip dasar dalam analisis teknikal harus dipahami oleh seorang investor untuk digunakan sebagai alat analisis berinvestasi. Setidaknya ada tiga prinsip dasar tersebut, yaitu :
Segala nya didiskontokan dan digambarkan dalam harga-harga pasar
Prinsip ini merupakan yang terpenting, dimana segalanya harus dapat digambarkan dalam harga pasar dan didiskontokan.
Hampir semua para analis teknikal menyakini bahwa semua pengetahuan sudah tergambar dalam harga pasar (tanpa menghiraukan jenis fundamental seperti ekonomi, politik, sosial, dan lain lain).
Dalam hal ini, para analis teknikal merasa tidak siasia karena harus memahami analisis fundamental perusahaan seperti memahami laporan keuangan, laporan dividen, laporan neraca perusahaan, nilai perusahaan, dan yang lainnya.
Harga saham yang bergerak secara terus menerus merupakan gambaran dari perubahan dalam permintaan dan penawaran saham.
Para analis teknikal memegang prinsip bahwa apabila permintaan lebih besar dari penawaran maka harga akan meningkat, sebaliknya nila permintaan lebih kecil dari penawaran maka harga akan menurun.
Harga-harga bergerak dalam suatu kecenderungan yang terus berlangsung
Ini berarti bahwa harga-harga yang bergerak cenderung akan terung berlangsung, sehingga akan menunjukkan kondisi permintaan dan penawaran. Pergerakan ini akan terus cenderung terjadi sampai kecenderungan tersebut berhenti.
Misalnya apabila saham bergerak naik, maka nilai tersebut akan cenderung naik sampai dengan pembalikan yang jelas. Dan sebaliknya, apabila harga saham bergerak turun, maka akan terus menurun sampai terjadi pembalikan.
Harga pasar cenderung bergerak dengan cara yang sama, yaitu harga pasar saham mulai bergerak ke satu arah, turun atau naik sampai menciptakan suatu kecenderungan.
Kejadian pasar selalu berulang kembali
Dala suatu kondisi tertentu, pelaku pasar akan selalu bereaksi dalam kondisi tertentu sehingga dalam hal ini pelaku pasar akan cenderung bereaksi terhadap situasi dan dengan cara yang sama.
Para analis teknikal menganalisis bahwa terjadi pengulangan yang sama pada harga saham untuk mengetahui harga pasar saham di nilai tertinggi dan nilai terendah. Analisis teknikal memilikl keunggulan yaitu dapat diterapkan secara efektif pada setiap perdagangan dan investasi di waktu mendatang.
Para ahli analisis teknikal dapat menganalisis saham, obligasi, komoditi dan banyak bentuk investasi lainnya untuk membeli atau menjual peluang-peluang yang terjadi. Analisis teknikal memiliki beberapa kelebihan yang dapat diidentifikasikan, diantaranya :
- Analisis teknikal dapat digunakan secara luas hampir di semua pasar modal di seluruh dunia.
- Grafik dapat digunakan untuk menganalisis untuk satuan waktu seperti jam, hari, minggu, bulan bahkan tahun.
- Banyak terdapat alat-alat analisis teknikal dan teknikteknik yang tersedia untuk digunakan sesuai kebutuhan di berbagai sektor pasar yang berbeda.
- Analisis dan prinsip teknikal lebih mudah dipahami dan lebih memperhatikan kejadian sebenarnya di pasar.
- Analisis teknikal dapat menggunakan data secara tepat dan akurat di setiap RTI (Real Time Information) dan IMQ (Information Market Quote).
Sedangkan kelemahan dari analisis teknikal diantaranya :
- Analisis teknikal menganggap bahwa sifat manusia adalah konstan sehingga pola kecenderungan akan berulang.
- Analisis teknikal memperhatikan tingkat kemungkinan suatu kejadian akan terjadi, bukan kepastian dari kejadian tersebut.
- Beberapa analisis teknikal modern berdasarkan pada konsep matematik dan statistik yang cukup kompleks sehingga menganalisis dengan perangkat lunak komputer sulit dihitung dan tidak mudah untuk memahami output-nya.
- Untuk keberhasilan analisis teknikal, maka informasi yang dipakai harus akurat dan tepat waktu.
Penggunaan Analisis Teknikal
Para investor memiliki berbagai pilihan dalam menggunakan analisis teknikal. Mereka dapat menggunakan grafik dan rasio yang kompleks. Atau secara informal, para investor hanya menggunakan gambaran umum tentang pasar.
Dalam beberapa kasus, yang terjadi di pasar tidak berimplikasi pada kinerja saham tertentu, sehingga perilaku yang terjadi di pasar tidak sepenting implikasinya.
Bagi beberapa investor, penggunaan analisis teknikal dapat digunakan berbarengan dengan analisis fundamental, sehingga investor dapat lebih memahami kapan waktunya saham tertentu harus ditambahkan ke dalam portofolio nya.
Penggunaan Bagan (Charting)
Memetakan aktivitas dari perilaku harga dan informasi pasar lainnya dapat menggunakan sebuag bagan (chart) yang dapat digambarkan dalam suatu pola-pola tertentu yang dapat digunakan sebagai sebuah sumber keputusan investasi.
Chart mungkin merupakan analisis teknikan yang paling dikenal oleh masyarakat. Analis teknikal percaya bahwa penawaran dan permintaan di pasar dapat mendorong dan membentuk harga saham.
Chart di atas merupakan chart milik Medtornic, Inc. yang memberikan informasi mengenai harga saham harian lengkap dengan harga relatif, pergerakan rata-rata, volume penjualan, dan tambahan data pendukung lainnya.
Penggunaan chart sangat popular digunakan karena dalam gambaran chart tersebut memuat rangkuman yang dapat dilihat dari waktu ke waktu.
Informasi yang terdapat dalam sebuah chart juga biasanya memuat informasi untuk harga saham di masa yang akan datang, hal ini dapat terlihat dari permintaan dan penawaran saham perusahaan, karena dalam chart tersebut juga dapat tergambarkan bagaimana perilaku dari investor dalam sebuah pasar.
Chart yang digunakan oleh investor hanyalah alat yang digunakan untuk menilai kondisi saham di pasar dan perilaku harga saham di pasar. Pembuatan chart jarang dilakukan secara informal, karena investor ada yang percaya dengan nilainya tetapi ada juga yang tidak membuat chart sama sekali.
Chart setidaknya mampu memberikan informasi kondisi saham dari waktu ke waktu. Dengan menggunakan chart ini, para investor yang kerap kali menggunakan analisis teknikal percaya bahwa sejarah dapat berulang.
Sehingga dengan memahami chart suatu pergerakan saham, mereka juga dapat mempelajari historis saham atau pasar terhadap berbagai formasi dan bermodalkan informasi ini, para investor dapat menyusun strategi dalam perdagangan saham.
Nilai pada sebuah chart terletak dari bagaimana “membacanya” dan bagaimana menanggapi sinyal yang dapat dibaca dari chart tersebut untuk sebuah pengambilan keputusan investasi masa depan.
Indikator Teknikal Saham
Secara umum, ada dua tipe indikator analisis teknikal, yaitu:
a. Overlays
Merupakan garis penentu tren saham tersebut naik atau turun. Overlays bisa dilihat di atas atau di bawah candle atau bar. Contohnya adalah Moving Average (MA) dan Bollinger Bands (BB).
b. Oscillators
Merupakan grafik yang muncul secara terpisah dari pergerakan harga sekaligus bar penentu awal atau akhir dari sebuah tren. Contohnya adalah stochastic oscillator, MCAD atau RSI.

Post a Comment