Sejarah Perkembangan Asuransi

Table of Contents
Sejarah Perkembangan Asuransi

Asuransi merupakan salah satu sistem perlindungan finansial yang telah berkembang selama berabad-abad untuk membantu manusia menghadapi berbagai risiko dalam kehidupan.

Mulai dari risiko kehilangan harta benda, kecelakaan, gangguan kesehatan, hingga ketidakpastian ekonomi, asuransi hadir sebagai solusi untuk memberikan rasa aman melalui mekanisme pengelolaan risiko.

Secara sederhana, asuransi adalah perjanjian antara pihak tertanggung dan perusahaan asuransi, di mana tertanggung membayar sejumlah premi untuk memperoleh perlindungan finansial apabila terjadi risiko tertentu di masa depan.

Konsep ini menjadi dasar dari berbagai jenis asuransi modern seperti asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kendaraan, dan asuransi properti. Jika melihat sejarahnya, awal mula asuransi tidak langsung berbentuk seperti layanan asuransi saat ini.

Pada zaman dahulu, manusia telah menerapkan konsep berbagi risiko melalui kerja sama dalam kelompok. Para pedagang, pelaut, dan masyarakat menggunakan sistem saling membantu untuk mengurangi dampak kerugian akibat kejadian yang tidak terduga.

Perkembangan konsep asuransi muncul karena semakin kompleksnya aktivitas ekonomi dan perdagangan. Perjalanan jauh, kegiatan bisnis, serta meningkatnya nilai aset membuat manusia membutuhkan sistem perlindungan yang lebih terstruktur.

Dari sinilah muncul berbagai bentuk awal asuransi yang kemudian berkembang menjadi industri keuangan global. Memahami sejarah perkembangan asuransi penting untuk mengetahui bagaimana sistem perlindungan risiko ini terbentuk dan mengapa asuransi memiliki peran besar dalam kehidupan modern.

Dari sistem sederhana berbasis kebersamaan hingga menjadi layanan profesional berbasis teknologi, perjalanan asuransi mencerminkan perubahan cara manusia mengelola ketidakpastian finansial.

Saat ini, asuransi tidak hanya dianggap sebagai produk keuangan, tetapi juga menjadi bagian penting dari perencanaan keuangan dan manajemen risiko.

Dengan adanya asuransi, individu maupun bisnis dapat lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat memengaruhi kondisi ekonomi mereka.

Sebelum Masehi

Periode sebelum masehi, terdapat mokunitas sosial dalam bentuk tolong menolong. Jika suatu rumah kebakaran, maka tetangga sekitar wajib membantu membangun kembali rumah yang rusak.

Apabila seseorang tidak mau membantu, maka ia tidak akan dibantu tetangganya jika dikemudian hari ia mendapat musibah kebakaran.

Pengangkutan dengan menggunakan kapal banyak dilakukan sehingga asuransi terkait dengan pengangkutan lewat laut ini juga banyak terjadi, diantaranya adanya asuransi cargo ketika banyak pedagang cina mengirim tepung dengan menggunakan kapal yang menyusuri aliran sungai.

Apabila satu kali kirim akam mendapatkan resiko merupa satu musibah yang akibatnya terjadi kerugian yang besar atau total loss. Asuransi kredit diilhami oleh Kode Hammurabi (2100 sebelum masehi) di Babilonia Irak pada tahun 1750 Sebelum masehi.

Pedagang akan membayar sejumlah uang kepada pemilik modal sebelum mereka melakukan perjalanan.Dengan konsekuensi jika barang terjadi perompakan dalam perjalanan, maka pedagang tidak perlu mengganti kerugian kepada pemilik modal cargo muncul manakala di tahun 3000 sebelum masehi.

Pada zaman kebesaran Yunani di bawah kekuasaan Alexander The Great (356-323 BC), seorang pembantunya yang bernama Antimenes mengumumkan kepada para pemilik budah untuk mendaftarkan budak-budaknya dan membayar uang setiap tahun kepada Antimenes.

Sebagai imbalannya apabila budak tersebut melarikan diri, maka Antimenes akan menangkapnya sedangkan apabila budak tersebut tidak tertangkap, maka Antimenes akan membayar sejumlah uang sebagai gantinya.

Pada zaman Romawi dikenal perkumpulan yang bernama collegium cultorum et Dianae et Antinoi dan collegium lambaesis.

Pada Collegium cultorum et Dianae et Antinoi dengan imbalan uang pangkal dan iuran bulanan dari peserta, perkumpulan memberikan pembayaran kepada ahli waris dan biaya penguburan apabila peserta meninggal dunia.

Pada perkumpulan collegium lambaesis, dengan pembayranan uang pangkal dan iuran bulanan, perkumpulan akan memberikan manfaat berupa uang untuk membiayai pesta perayaan kenaikan pangkat dalam dinas ketentaraan dan pemindahan ke tempat tugas yang baru di samping pembayaran kepada ahli waris apabila ada anggota yang meninggal dunia.

Abad Pertengahan

Di Inggris sekelompok orang yang mempunyai profesi sejenis membentuk satu perkumpulan yang disebut glide. Perkumpulan ini mengurus kepentingan anggota-anggotanya dengan janji apabila ada anggota yang kebakaran rumah, glide akan memberikan sejumlah uang yang diambil dari dana glide yang terkumpul dari anggota-anggota.

Perjanjian ini dilakukan pada abad ke 9 dan mirip Asuransi Kebakaran. Bentuk perjanjian seperti ini lebih lanjut berkembang di Denmark, Jerman, dan negara-negara Eropa lainnya sampai dengan abad ke 12. Pada abad ke 13 dan abad ke 14 perdagangan melalui laut mulai berkembang pesat.

Selain itu ada budaya dari setiap pedagang bangsa Phoenic (di laut mediterania) dengan menggunakan 2 cara yaitu :

  1. Setiap pedagang menyisihkan sebagaian dari gandum yang mereka kirim, lalu disimpan disuatu tempat di bawah pengawasan khusus;
  2. Adanya gandum cadangan, hal ini akan digunakan sebagai ganti rugi kepada peserta yang kehilangan seluruh muatan gandumnya.

Pada masa ini akan memunculkan konsep awal asuransi dan konsep perdagangan internasional sebagai dasar terbentuknya asuransi.

Sesudah Abad Pertengahan

Tahun 1347 di Genoa Italia pertama kali konsep asuransi laut (marine insurance) dalam bentuk tertulis. Tahun 1380 di Portugal terdapat ketentuan yang mewajibkan setiap pemilik kapal membeli asuransi. Tahun 1583 di Inggris pertama kali lahir asuransi jiwa untuk tertanggung Williams Gybbons. Tahun 1609 di Jerman terdapat usulan dari parlemen untuk membuat asuransi kebakaran.

Tanggal 2 sampai dengan 6 September 1666 di London dimunculkan the great fire of London ke suatu web-site berupa www.london-fire.gov.uk Tahun 1667 di Inggris Nicholas Barbon mendirikan perusahaan asuransi kebakaran pertama di dunia.

Tahun 1694 terdapat konsep asuransi kesehatan yang pertama kali muncul. Asuransi Laut dan Asuransi kebakaran mengalami perkembangan yang sangat pesat pada abad 17, diantaranya adalah Tahun 1759 di Amerika Serikat Sinode Presbiterian mempopulerkan asuransi jiwa di kota Philadelphia dan kota New York.

Tahun 1850 Di Inggris Dan di Amerika Serikat ada dua perusahaan asuransi yaitu The Railway Passengers Insurance Company dan The Franklin Health Insurance Company of Massachusetts telah melakukan penjualan produk asuransi kecelakaan akibat tertabrak kereta api dan kapal uap, yang mana di Inggris, asuransi laut diatur secara khusus dalam Undang-Undang Asuransi Laut (Marine Insurance Act) yang dibentuk pada tahun 1906.

Berdasarkan asas konkordansi, Wetboek van Koophandel Nederland diberlakukan juga di Hindia Belanda melalui Staatsblad Nomor 23 Tahun 1847, sedangkan pada waktu pembentukan Code de Commerce Perancis awal abad 19, asuransi laut dimasukkan dalam kodifikasi, sedangkan waktu pemberntukan Wetboek van Koophandel Nederland, di samping asuransi laut juga terdapat asuransi kebakaran, asuransi hasil panen, dan asuransi jiwa.

Asuransi Modern

Pada era revolusi industri, era mekanisasi pertanian dan era reformasi produk asuransi telah bermunculan beberapa jenis asuransi antara lain :

  1. asuransi kkendaraan;
  2. asuransi pertanian;
  3. asuransi pabrik;
  4. asuransi perjalanan;
  5. asuransi pesawat;
  6. asuransi satelit;
  7. asuransi handphone/laptop;
  8. asuransi kesehatan;
  9. asuransi pendidikan

Tahun 1927 di Brussel Belgia, lahir International Conference of Sickness Insurance Funds and Mutual Benefit Societies yang disponsori oleh International Labour Organization. Tahun 1935 di Amerika Serikat presiden Franklin D.Roosevelt menandatangani Social Security Act.

Pada tanggal 14 Agustus 1939 sebagai santunan yang bisa diterima ahli waris. Perkembangan usaha perasuransian, tidak hanya meliputi pada usaha perasuransian saja, akan tetapi juga pada usaha penunjang asuransi seperti usaha perasuransian, serta adanya perubahan fungsi asuransi menjadi fungsi investasi.

Asuransi di Indonesia

Sejarah mencatat bahwa perusahaan asuransi yang berdiri pertama kali beroperasi adalah Semarang Sea yang berdiri pada tahun 1816. Perusahaanperusahaan seangkatannya adalah Java Sea, Arjoeno, Veritas dan Mercurius.

Asuransi Jiwa yang pertama kali munsul adalah Bumiputera 1912 di Magelang atas prakarsa seorang guru yang bernama M. Ng. Dwidjosewojo sebagai perysahaan asuransi yang berbentuk badan usaha bersama. Asuransi non jiwa pertama adalah NV Indishe Lloyd yang kemudian berganti nama menjadi Lloyd Indonesia. Pada masa penjajahan jepang industri asuransi tidak berkembang.

Sesudah kemerdekaan, pemerintah melakukan nasionalisasi atas sejumlah perusahaan asuransi termasuk NV Assurantie Maatshappij De Nederlandem dan Bloom vander EE milik Belanda yang didirikan tahun 1845 yang diubah menjadi Umum International Underwriters (UIU) dan perusahan asuransi Inggris yang diganti nama menjadi Bendasraya, Pada tahun 1972 UIU dan Bendasraya digabung menjadi Asuransi Jasa Indonesia.

Untuk sektor Asuransi Jiwa, pemerintah melakukan nasionalisasi atas perusahaan asuransi jiwa yang berdiri pada tahun 1859 dengan nama Nederlandsche Indische Leverzekring en Lijvrente Maatschappij (NILLMIJ).

Tahun 1953 berdirilah suatu perusahaan reasuransi profesional swasta, Maskapai Reasuransi Indonesia (Marein) yang disusul oleh pendirian PT. Reasuransi Umum Indonesia (IndoRe) yang merupakan perusahan reasuransi milik pemerintah.

Pencapaian penting adalah adanya Kongres Asuransi Nasional Seluruh Indonesia (KANSI) pertama pada 25-30 November 1956 di Bogor yang bertujuan untuk menyatukan pendapat dan bekerjasama memberikan sumbangan yang bermanfaat bagi perekonomian nasional, mengatasi sisa-sisa sistem perekonomian kolonial, realisasi konkret dari pembatalan Perjanjian Meja Bundar (KMB) dan peningkatan kesadaran berasuransi.

Kongres tersebut akhirnya mendirikan Dewan Asuransi Indonesia (DAI) pada 1 Februari 1957. Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 1963 mewajibkan semua perusahaan asuransi dan reasuransi bergabung di bawah Gabungan Perusahaan Sejenis Asuransi Kerugian (GPS Asuransi).

Selanjutnya melalui SK Menteri Urusan Funds & Forces Nomor 2 Tahun 1965 dibentuklah Organisasi Perusahaan Sejenis Asuransi Indonesia (OPS Asuransi Indonesia) yang mewajibkan perusahaan asing untuk menjadi anggota luar biasa.

Pada tahun 2002, DAI berubah menjadi Federasi Asosiasi Perasuransian Indonesia (FAPI) yang menaungi semua asosiasi usaha perasuransian di Indonesia menyusul pendirian Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) dan Asosiasi Asuransi Jaminan Sosial Indonesia (AAJSI), Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) dan bergabungnya Asosiasi Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (ABAI) serta Asosiasi Adjuster Asuransi Indonesia (AAAI) ke dalam FAPI.

Di samping itu, ke 6 anggota tersebut Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia (AAMAI) dan ikatan Eksekutif Asuransi Indonesia (ISEA) diterima sebagai anggota kehormatan. Pada Juli 2010, disebabkan adanya kendala dalam pengesahan Anggaran Dasar FAPI, nama FAPI diganti kembali menjadi Dewan Asuransi Indonesia (DAI).

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan sejarah perkembangan asuransi?
Sejarah perkembangan asuransi adalah perjalanan perubahan sistem perlindungan risiko yang dimulai dari praktik sederhana berbasis kerja sama hingga menjadi industri keuangan modern. Perkembangan ini mencakup munculnya konsep berbagi risiko, pembentukan perusahaan asuransi, hingga penggunaan teknologi dalam layanan asuransi saat ini.
2. Kapan pertama kali konsep asuransi muncul?
Konsep awal asuransi telah muncul sejak zaman kuno melalui praktik berbagi risiko di masyarakat. Pedagang dan pelaut pada masa lalu menggunakan sistem kerja sama untuk mengurangi dampak kerugian akibat kehilangan barang, kecelakaan perjalanan, atau risiko perdagangan.
3. Bagaimana awal mula asuransi berkembang di dunia?
Awal mula asuransi berkembang dari kebutuhan manusia untuk melindungi diri dari risiko ekonomi. Sistem perlindungan ini berkembang melalui perdagangan laut, khususnya ketika pedagang membutuhkan jaminan terhadap risiko perjalanan dan kerugian barang dagangan.
Bonpas Finance
Bonpas Finance Karena Mencoba Pasti Selalu Ada Kesempatan

Post a Comment