Perkembangan Standar Akuntansi
Semua perusahaan dalam menyusun laporan keuangannya harus mengacu pada suatu standar akuntansi yang berlaku umum yang keluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi. Standar akuntansi di Indonesia mengalami perubahan dan perkembangan karena mengikuti perkembangan bisnis.
Berikut adalah perkembangan standar akuntansi di Indonesia:
- Pada awalnya, tahun 1973, standar akuntansi bernama Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI).
- Pada tahun 1994, PAI berubah menjadi Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang mulai menyesuaikan standar akuntansi internasional.
- Pada tahun 2009, IAI mencanangkan dilaksanakannya program konvergensi SAK ke International Financial Reporting Standards (IFRS Standards) secara bertahap.
- SAK per 1 Juni 2012 telah mengacu pada IFRS Standards per 1 Januari 2009.
- Efektif per 1 Januari 2015, SAK yang berlaku di Indonesia secara garis besar telah berkonvergensi dengan IFRS Standards yang berlaku efektif per 1 Januari 2014.
- SAK efektif per 1 Januari 2018 menambahkan PSAK baru.
- SAK efektif per 1 Januari 2022 menambahkan Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan. Itulah perkembangan standar akuntansi keuangan di Indonesia.
Hingga saat ini, standar akuntansi keuangan yang berlaku di Indonesia adalah PSAK IFRS, SAK ETAP, PSAK Syariah, SAP, dan SAK EMKM.
Standar Akuntansi Syariah
Bisnis syariah di Indonesia berkembang dengan pesat, seiring dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya berbisnis sesuai dengan syariat Islam. Hal tersebut ditunjukkan dengan semakin banyaknya lembaga keuangan syariah, seperti bank syariah, BPRS, pegadaian syariah, koperasi syariah, BMT, leasing syariah, pasar modal syariah, dan lembaga keuangan syariah lainnya.
Perkembangan bisnis syariah tersebut menuntut adanya standar akuntansi yang bisa menyesuaikan kegiatan pada bisnis syariah tersebut. Oleh karena itu, IAI mengeluarkan standar akuntansi syariah.
Menurut IAI, Standar Akuntansi Syariah (SAS) adalah Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Syariah yang ditujukan untuk entitas yang melakukan transaksi syariah, baik entitas lembaga syariah maupun lembaga nonsyariah.
Pengembangan SAS dilakukan dengan mengikuti model SAK umum tetapi berbasis syariah dengan mengacu kepada fatwa MUI. Standar akuntansi syariah di Indonesia mencakup kerangka konseptual yang terdiri:
- Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Syariah
- PSAK 59 Akuntansi Perbankan Syariah
- PSAK 101 Penyajian Laporan Keuangan Syariah
- PSAK 102 Akuntansi Murabahah
- PSAK 103 Akuntansi Salam
- PSAK 104 Akuntansi Istishna’
- PSAK 105 Akuntansi Mudharabah
- PSAK 106 Akuntansi Musyarakah
- PSAK 107 Akuntansi Ijarah
- PSAK 108 Akuntansi Transaksi Asuransi Syariah
- PSAK 109 Akuntansi zakat dan Infak/Sedekah
- PSAK 110 Akuntansi Sukuk 13) PSAK 111 Akuntansi Wa’d
- PSAK 112 Akuntansi Wakaf
Pada skala internasional, standar akuntansi syariah disusun oleh organisasi AAOIFI (Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institution). Standar yang sudah diterbitkan ialah 61 standar syariah, 41 standar akuntansi, 6 standar audit, 2 standar kode etik, dan 13 standar tata kelola pemerintahan. (AAOIFI, 2022).

Post a Comment