Bukti Transaksi (Dokumen Transaksi)

Table of Contents
Bukti Transaksi (Dokumen Transaksi)

Jika kalian belanja di salah satu supermarket atau sebuah toko yang ada di sekitar tempat tinggal kalian, tentunya kalian mendapatkan nota pembelian bukan? Biasanya, nota pembelian barang tersebut dinamakan struk belanja.

Bagi pihak perusahaan, struk itu disebut sebagai bukti transaksi sebagai dasar pencatatan yang akan digunakan dalam menyusun laporan keuangan. Oleh karena itu, setiap transaksi harus dibuktikan dengan bukti transaksi yang nilainya dapat dibuktikan.

Alasannya karena bukti transaksi adalah sumber dari catatan transaksi. Menurut Murtanto (2013:74), “Bukti transaksi merupakan dokumen yang digunakan oleh perusahaan sebagai dasar pencatatan didalam buku harian atau jurnal”.

Sementara, bukti transaksi digunakan untuk memastikan keabsahan transaksi yang tercatat dan digunakan sebagai acuan jika terjadi masalah di kemudian hari. Berdasarkan sumber pembuatannya, bukti transaksi dibedakan menjadi dua, yaitu dokumen internal dan dokumen eksternal.

Dokumen internal digunakan untuk kepentingan di dalam perusahaan, seperti kas masuk, kas keluar, dan memo. Sedangkan bukti transaksi yang setara dengan kas yang sering juga digunakan adalah cek dan bilyet giro.

Dokumen eksternal merupakan dokumen transaksi yang berhubungan dengan pihak luar perusahaan, contohnya faktur, nota kontan, kuitansi, nota debit, dan nota kredit. Berikut ini merupakan dokumen internal dan dokumen eksternal pada perusahaan.

Bukti Kas Keluar

Bukti kas keluar merupakan dokumen bisnis jika perusahaan telah mengeluarkan kas secara tunai.

Bukti Kas Keluar

Bukti Kas Masuk

Bukti kas masuk merupakan dokumen bisnis yang digunakan perusahaan bahwa perusahaan telah menerima uang tunai.

Bukti Kas Masuk

Bukti Memorial

Bukti memorial merupakan bukti yang dibuat untuk keperluan internal perusahaan. Bukti ini digunakan untuk keperluan antarbagian atau antardepartemen di lingkungan perusahaan.

Bukti Memorial

Cek

Cek merupakan surat perintah kepada bank dari orang yang menandatanganinya untuk membayar sejumlah uang yang tertulis dalam cek kepada pembawa atau orang yang namanya ditunjuk dalam cek tersebut.

Lembaran cek dibagi menjadi dua, yaitu lembar utama untuk diserahkan kepada pihak lain sebagai alat pembayaran dan struk atau bonggol cek dapat yang dijadikan sebagai bukti transaksi.

Cek

Bilyet Giro

Bilyet Giro adalah surat perintah pemindahbukuan dari nasabah suatu bank kepada bank yang bersangkutan, untuk memindahkan sejumlah uang dari rekeningnya ke rekening penerima yang namanya disebutkan dalam bilyet giro, pada bank yang sama atau kepada bank lain.

Bilyet Giro

Kuitansi

Kuitansi adalah bukti penerimaan sejumlah uang yang ditandatangani oleh pihak penerima uang. Kuitansi harus dibubuhi materai pada jumlah tertentu sesuai dengan aturan yang berlaku. Lembar yang asli diserahkan kepada pihak yang membayar, sedangkan tembusan disimpan oleh pihak yang menerima.

Kuitansi

Nota Kontan

Nota kontan adalah bukti transaksi pembelian atau penjualan barang dagang/ jasa secara tunai. Nota ini dibuat rangkap dua, yaitu untuk pembeli nota asli dan nota kopi/salinan untuk penjual.

Nota Kontan

Faktur

Faktur merupakan transaksi pembelian atau penjualan barang dagang/ jasa secara kredit. Faktur dibuat oleh pihak penjual yang diberikan kepada pembeli. Faktur asli disimpan oleh pembeli sebagai bukti pembelian kredit, sedangkan tembusannya atau copy-nya disimpan oleh penjual sebagai bukti penjualan kredit.

Faktur

Nota Kredit

Nota kredit atau memo kredit merupakan bukti transaksi yang dibuat oleh perusahaan karena pihak pelanggan telah mengembalikan atau mengurangi barang yang dibelinya karena alasan tertentu, misalnya barang yang dipesan tidak sesuai pesanan atau barang itu mengalami kerusakan.

Nota Kredit

Nota Debit

Nota debit atau memo debit merupakan bukti transaksi yang dibuat oleh perusahaan karena pihak pelanggan telah mengembalikan atau mengurangi barang yang dibeli dari pihak pemasok, misalnya karena barang tersebut rusak atau tidak sesuai pesanan.

Nota Debit

Setelah kalian mengetahui macam-macam bukti transaksi, selanjutnya dokumen transaksi tersebut dianalisis. Sebelum diproses lebih lanjut untuk dicatat dalam jurnal, bukti transaksi harus dianalisis kebenaran dan keabsahannya.

Analisis kebenaran bukti transaksi, dimaksudkan untuk memeriksa kembali kebenaran perhitungan (perkalian, penjumlahan) dari data yang berupa angka-angka yang ada dalam bukti transaksi tersebut secara horizontal maupun vertikal.

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan bukti transaksi?
Bukti transaksi adalah dokumen yang digunakan untuk mencatat dan membuktikan terjadinya suatu transaksi ekonomi atau keuangan. Dokumen ini menjadi dasar dalam proses pencatatan akuntansi dan penyusunan laporan keuangan.
2. Apa perbedaan bukti transaksi internal dan eksternal?
Bukti transaksi internal dibuat dan digunakan di dalam perusahaan, seperti memo dan bukti kas. Sementara itu, bukti transaksi eksternal berasal dari pihak luar perusahaan, seperti faktur pemasok, kuitansi, dan rekening koran.
3. Bagaimana cara menyimpan dokumen transaksi dengan baik?
Dokumen transaksi sebaiknya disimpan secara teratur berdasarkan tanggal atau jenis transaksi, baik dalam bentuk fisik maupun digital, untuk memudahkan pencarian dan menjaga keamanan data.
Bonpas Finance
Bonpas Finance Karena Mencoba Pasti Selalu Ada Kesempatan

Post a Comment