Budaya Kerja Industri
Kecelakaan kecil yang terjadi pada saat kita bekerja atau melakukan aktivitas seperti tersandung benda yang berserakan, terpeleset karena lantai yang licin, tersengat listrik karena instalasi listrik yang kurang rapi, menumpahkan minuman karena meja kerja yang berantakan, stres karena mencari dokumen yang penataannya tidak rapi adalah kejadian sepele yang sering terjadi.
Pekerja menganggap hal tersebut merupakan kejadian wajar yang terjadi saat bekerja. Namun, hal itu akan berdampak besar dan mengganggu produktivitas kerja. Untuk mengantisipasi kejadian tersebut, pekerja perlu memperhatikan dan menerapkan budaya kerja yang baik dalam perusahaan.
Pengertian Budaya Kerja Industri
a. Budaya Kerja Safety Talk
Budaya kerja safety talk adalah pertemuan yang dilakukan para pekerja atau karyawan untuk membicarakan berbagai hal terkait pekerjaan yang akan dilakukan dan penerapan K3. Budaya ini dilakukan rutin setiap hari atau beberapa hari sekali sebelum dan sesudah melakukan pekerjaan dengan durasi yang singkat sekitar 5 sampai 10 menit.
b. Budaya kerja industri 5R atau 5S
Setiap perusahaan tentu mengharapkan lingkungan kerja yang bersih, rapi, konsisten, dan disiplin diri yang baik sehingga menciptakan efisiensi dan produktivitas yang diharapkan perusahaan. Akan tetapi pada kenyataannya, kondisi yang diharapkan tersebut sulit terjadi di setiap perusahaan. Banyak perusahaan mengeluhkan terbuangnya waktu hanya untuk mencari data atau sarana yang terlupa penempatannya. Hal tersebut membuat tempat kerja menjadi kurang nyaman.
Beberapa permasalahan tersebut merupakan sebagian kecil dari banyaknya permasalahan yang ada di dunia kerja. Oleh karena itu, perlu adanya budaya kerja dunia industri yang merupakan metode sederhana untuk melakukan penataan dan pembersihan tempat kerja.
Budaya kerja merupakan adaptasi dari program 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke) atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan istilah 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin). Metode tersebut dikembangkan oleh Jepang dan sudah digunakan oleh banyak negara di seluruh penjuru dunia.
Hal tersebut terbukti meningkatkan efisiensi dan mengurangi permasalahan yang ada dalam dunia industri. Prinsip 5R atau 5S merupakan prosedur bagi setiap karyawan atau pekerja agar menjaga tempat kerjanya dengan baik.
Apabila tempat kerja rapi, bersih, dan enak dipandang, baik individu maupun kelompok dapat bekerja dengan mudah dan efektif. Prinsip 5R tersebut adalah :
- Ringkas atau Seiri: kegiatan membuang barang yang tidak perlu dan menyimpan yang diperlukan. Dengan menerapkan prinsip ini, dokumen atau barang yang ada di ruang kerja hanya dokumen/barang yang dipakai.
- Rapi atau Seiton: kegiatan menyimpan barang sesuai tempatnya. Kerapian adalah konsistensi saat meletakkan dan mengambilnya kembali ketika diperlukan dengan cepat dan mudah.
- Resik atau Seiso: kegiatan menjaga kebersihan secara pribadi mulai dari bawahan sampai atasan tanpa terkecuali.
- Rawat atau Seiketsu: kegiatan menjaga eksistensi hasil yang telah diwujudkan pada ringkas, rapi, dan resik sebelumnya.
- Rajin atau Shitsuke: kebiasaan baik atau disiplin diri yang harus dibudayakan dan dievaluasi di tempat kerja.
Manfaat budaya kerja industri
Manfaat penerapan budaya kerja baik safety talk maupun budaya industri 5R bagi perusahaan adalah :
- Menjamin proses kerja berjalan lancar.
- Menjamin agar setiap sumber produksi dapat dipakai secara umum dan efisien.
- Mewujudkan perusahaan bercitra positif di mata pelanggan.
- Melatih pekerja yang mampu mandiri mengelola pekerjaannya.
- Mewujudkan tempat kerja yang nyaman dan pekerjaan yang menyenangkan.
Penerapan budaya kerja industri 5R pada profesi akuntansi
Profesi akuntansi yang kebanyakan bekerja di perkantoran atau di dalam ruangan menuntut kerapian dan kebersihan area kerjanya sehingga sangat diperlukan penerapan budaya kerja industri 5R. Perusahaan akan menetapkan SOP penerapan 5R.
Pada materi sebelumnya kalian telah mempelajari materi prosedur kerja. Masih ingatkah kalian tentang prosedur kerja? Dalam prosedur kerja, perusahaan akan membuat langkah-langkah dan instruksi kerja dalam melakukan suatu pekerjaan. Langkah-langkah penerapan 5R ialah :
- Petugas pada setiap bagian mengidentifikasi dan memastikan barangbarang yang ada di area kerjanya.
- Petugas pada setiap bagian memilah dan memberikan tanda khusus dengan kriteria pemilahan.
- Petugas menyortir dan membuang barang-barang yang sudah digunakan di tempat sampah, seperti kertas/dokumen yang tidak terpakai.
- Petugas pada setiap bagian menata dan merapikan barang berdasarkan urutan seringnya barang tersebut digunakan.
- Petugas pada setiap bagian melakukan kebersihan ruangan sebelum, saat, dan setelah selesai bekerja (meskipun dibersihkan juga oleh petugas kebersihan sebelum dan sesudah bekerja).
- Petugas pada setiap bagian melakukan perawatan terhadap barangbarang yang ada di bagian masing-masing, seperti contoh kalkulator, mesin hitung uang, remote AC, laptop/komputer, dan printer.
- Petugas pada setiap bagian menerapkan prinsip rajin di tempat kerja dan lebih peduli pada lingkungan kerjanya.

Post a Comment