Konsep Pemikiran Ekonomi Tentang Games Theory dan Informasi Asimetris

Table of Contents
Konsep Pemikiran Ekonomi Tentang Games Theory dan Informasi Asimetris

Konsep Games Theory (GT) adalah suatu konsep untuk menjelaskan perilaku ekonomi dalam pasar yang hanya diisi oleh segelintir pelaku ekonomi. Landasan konsep ini sudah diterapkan oleh Cournot pada tahun 1838 dan Bertrand tahun 1883 dengan mengembangkan model aksi-reaksi dalam pasar duopoli. 

Model ini mulai dikembangkan lebih lanjut oleh Edgeworth pada tahun 1925 dan dikukuhkan sebagai teori melalui karya John von Newmann dan Oscar Morgenstern dalam bukunya yang berjudul The Theory of Games and Economic Behaviour (1944).

Kemudian konsep GT disempurnakan lebih lanjut oleh John Nash pada tahun 1950. Nash mengembangkan konsep GT untuk menganalisis situasi kepentingan pelaku ekonomi yang tidak berlawanan, yang kemudian muncullah istilah “Keseimbangan Nash (Nash Equilibrium)”.

Konsep GT Nash ini bekerja atas asumsi informasi yang simetris (tiap pemain memiliki informasi yang sama). Dari konsep GT Nash, berkembanglah GT yang beroperasi dalam situasi informasi yang bersifat asimetris (tidak memiliki informasi yang sama terhadap satu hal) oleh John Harsanyi (1967).

Kemudian GT dikembangkan lagi oleh Reinhard Selten (dari Universitas Bonn, Jerman) dalam bentuk situasi yang lebih dinamis. Menurut Selten, perubahan tindakan seorang pemain tidak hanya ditentukan oleh kenyataan peluang untuk memperbaiki posisi.

Oleh karena itu, menurut Selten, frekuensi permainan akan mempengaruhi strategi permainan bagi setiap orang (Karim, 2017). Konsep John Harsanyi dikembangan lebih lanjut oleh William S. Vickrey dan James A. Mirrless.

Dengan konsep ini mereka dapat menyusun agenda bagaimana memenuhi tanggung jawab sosial pada abad XXI melalui insentif dan kebijaksanaan pajak global. Kemudian konsep ini dikembangkan lebih lanjut oleh George Ackerlof, Joseph Stiglitz, dan Michael Spence.

George Ackerlof adalah orang pertama yang mengembangkan teori umum tentang pasar dengan informasi asimetris. Dia menjelaskan betapa pentingnya informasi pasar dalam tulisannya yang bertajuk The Market for Lemons.

Sedangkan menurut Spence, pihak yang menguasai informasi bisa memberikan isyarat kepada orang yang kurang menguasai informasi.

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan Game Theory dalam ilmu ekonomi?
Game Theory atau teori permainan adalah cabang ilmu ekonomi yang mempelajari bagaimana individu, perusahaan, atau pihak lain mengambil keputusan strategis ketika hasil yang diperoleh bergantung pada tindakan pihak lain. Teori ini digunakan untuk menganalisis persaingan bisnis, negosiasi, penetapan harga, hingga kebijakan publik.
2. Apa yang dimaksud dengan informasi asimetris?
Informasi asimetris adalah kondisi ketika satu pihak dalam suatu transaksi memiliki informasi yang lebih lengkap atau lebih baik dibandingkan pihak lainnya. Ketidakseimbangan informasi ini dapat menyebabkan keputusan ekonomi yang kurang optimal dan meningkatkan risiko dalam transaksi.
3. Mengapa Game Theory penting dalam ekonomi modern?
Game Theory penting karena membantu menjelaskan perilaku pelaku ekonomi dalam situasi persaingan dan kerja sama. Dengan teori ini, ekonom dapat memprediksi strategi yang mungkin diambil oleh perusahaan, konsumen, maupun pemerintah dalam berbagai kondisi pasar.
Bonpas Finance
Bonpas Finance Karena Mencoba Pasti Selalu Ada Kesempatan

Post a Comment